Saturday, June 16, 2007
Wasiat Bohong dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah) Bagian 1
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah(Mantan Mufti Kerajaan Saudi Arabia & Ketua LajnahDa'imah Lil Buhuts wal ifta KSA)
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepadasiapa saja diantara orang-orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka dengan agama Islam, dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para pendusta yang bohong dan tengik.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Amma ba'du :Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi, dengan judul :
"Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi "
Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum'at aku pernah tidak tidur, membaca Al Qur'an, dan setelah membaca Asma'ul Husna aku bersiap siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam yang telah membawa ayat ayat Al Qur'an dan hukum hukum yang mulia, kemudian beliau berkata : wahai Syaikh Akhmad, aku menjawab : ya, ya Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah,beliau berkata kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar seratusenam puluh ribu jiwa (160 000) dengan tidak memeluk agama Islam .
Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan berkata : "maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah MahaPerkasa", selanjutnya beliau menyebutkan sebagiantanda tanda hari kiamat dan berkata :" wahai Syaikh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada mereka, sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara kenegara lain, dari suatu tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan barang siapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya syafaatku di hari kiamat nanti,barang siapa yang menulisnya sedangkan ia fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua orang tuanya,berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat".
Kemudian beliau melanjutkan :" Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam, barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia".
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umatmanusia secara terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.
Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif, diantaranya pendusta itu mengatakanbahwa ia (Syaikh Ahmad) melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia melihatnya ketika berjaga (tidak dalam mimpi), ia juga telah mendakwakan (dalam wasiat itu) berbagai halyang jelas jelas bohong dan bathil, dan kami akan terangkan nanti Insya Allah.
Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang-terangan, ketika kami membaca selebaran terahir ini, kamiragu-ragu menulisnya, karena jelas kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga sebelumnya hal itu bisa laku di kalangan orang-orang berakal sehat, bahkan banyak dari kawan kami yangmemberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.
Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan ketidakbenaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sehingga takseorangpun dapat tertipu olehnya.
Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telahmenanyakan kepada keluarga dekat Syaikh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya, tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan pembohongan terhadap SyaikhAhmad Rahimahullah, sebab beliau belum pernah mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya Syaikh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat daripadanya mendakwakanbahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga, kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan di bawah ini.
Diantaranya :
Pertama : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihatRasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau beliau menghadiri peringatan maulid atau yang lainnya, maka betul-betul ia telah berbuat salah dan menyeleweng, karenasesungguhnya mayat itu akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat" (QS. Al Mu'minun, 15-16).
Dengan demikian berarti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti sekarang ini, barang siapa yang menyalahi ituberarti ia jelas pembohong dan penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh ulama salaf, para sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan para pengikut mereka dengansebaik-baiknya.
Kedua : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan mengatakan sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik di masa hidupnya maupun sesudah wafatnya, dan wasiat di atas tadibenar-benar telah menyalahi syariatnya secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dapat dilihat dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia betul-betul melihatnya, karena syetan tidak bisameyerupai wajah beliau, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya, keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ?Apakah ia melihat wajah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam atau yang lainnya ? Jika ada hadits disabdakan oleh
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam di masa hidupnya diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat hafalannya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan dengan riwayat paraperowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan, maka yang pertama dimansukh (dihapus masa berlakunya) oleh yang kedua, dan tidakboleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya danlebih rendah tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz (bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak bisa diamalkan.
Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia telah menukil dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, tidak diketahui keadilan dan amanatnya ? Benar-benarwasiat ini harus ditinggalkan dan tidak perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang menunjukkankebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh Allah, sedangkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallampernah bersabda : "Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal (yang dinisbatkan kepada saya) yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki tempatnya dari apineraka".
Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan pada dirinya sendiri, bagaimana ia akanbebas dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat-cepat bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa ia telahmendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali denganmengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada jalan yang lurus.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, berupa keterangan keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam AlKitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat(pula)oleh semua (makhluk)yang dapat melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebaikan), maka terhadap merekalah Aku (Allah) menerima taubatnya danAkulah penerima taubat lagi MahaPenyayang" (QS. Al Baqarah, 159-160).
Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskankebenaran tersebut, Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan ni'mat-Nya kepada mereka dengan mengutus Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan wahyu yangditurunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya :"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nu'matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu" (QS. Al Maidah, 3).
Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yangmenolak syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur'an, yang mana jika seseorang tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu,ia telah berani berbuat bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur'an yang mulia dan mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, tidak akan mendapatkankeutamaan seperti itu jika ia tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke negara yang lain.
Barang siapa yang tidak menulis Al Qur'an dan tidak mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya syafaat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, jika iabenar-benar mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja sudah menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas, kecerobohan, kebodohan, danjauhnya dariajaran Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal-hal yang menunjukkan ketidakbenaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah seribu kali atau lebih atas kebenarannya.
Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka tetap ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar, bahkansaya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalaudinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, semoga Allah membuat hina orang orang yang menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, dan menyiksanya sesuai denganperbuatannya.
Da’wah pada Diri Sendiri dan Keluarga
O ye who believe! save yourselves and your families from a Fire whose fuel is Men and Stones, over which are (appointed) angels stern (and) severe, who flinch not (from executing) the Commands they receive from Allah, but do (precisely) what they are commanded.
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ana Nggak Suka Orang Pacaran
Waktu jalan, nggak sengaja, jadi ngomongin sepasang kekasih (menjijikan sekali kata-kata ini...) ya...tentu belum menikah, yang duduk di tempat kuliah hampir selalu sebelahan, tiap hari bareng terus... Sedangkan yang lain walaupun ada pacaran, nggak segitunya...
Saat itu, ana bilang sama temen yang jalan bareng ana, ana nggak suka orang pacaran. Saat itu ana sengaja ^o^
Ternyata iya, dia kesindir, entah marah atau nggak
Tapi ana bilangin...
Ana lagi belajar benci perbuatannya
Bukan orangnya...
Tapi emang kalo untuk dua sejoli yang kayak kera dan kutunya itu (bukan maksudnya nyamain sama kera atau kutu, tapi saking deketnya gitu...), orang yang pacaran aja nggak seneng... Katanya sih, kayak anak kecil...
Ternyata masih ada etika kepantasan di kalangan mereka para aktivis pacaran, walau itu juga nggak jelas...
Hikmahnya...
Walaupun kita punya temen macem-macem, dari yang sama-sama salafi, yang aktivis pacaran, yang nggak ngerti agama, sampai yang salah ambil jalan mendalami Islam, kita (harusnya) selalu punya keberanian untuk punya prinsip yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam.
Tapi, hendaknya kita memilih sahabat yang bisa membantu kita mendekatkan diri kepada Allah dan bisa saling melengkapi dalam tujuan memuliakan dienullah.
Wednesday, May 30, 2007
Looking for...
Nita SD, dan Nita SMA
Nita SD, sekarang entah sekolah di mana
Terakhir denger ada di SMP yang deket rel kereta api di Bogor
Nita SMA, entah dimana...
Terakhir ketemu kelas 2 SMA, itu juga sangat jarang...
Temen-temen SD yang jarang ketemu, temen-temen masa kecil...
Ada Sari, Wicka, Fathin, Ike, Lara, Puput, Getha, Julia, Martha, dll (maaf yang nggak kesebut...)
Kalian di mana ya?
Gimana ya kalian sekarang?
Guru-guru SD...
Kelas 1, Bu Sumarsih...
Kelas 2&3, Bu Yayat...
Kelas 4, Bu Rini...
Kelas 5, Bu Rukiah...
Kelas 6, Bu Nining...
Guru Olahraga, Pak Ruslan, Pak Syamsudin, dll...
Maaf jarang main ke SD...
Hehehe...
Kalo ada yang baca blog ini dan kenal dengan nama-nama di atas, kasih kabar ya...
TK (Taman Kanak-kanak)
Guru TK ana...
Bu Popi, orang berkerudung pertama yang ana lihat...
Ibu di mana sekarang?
Bu Lilit, bu kepala sekolah...
Pindah ke Kupang...
Gimana kabarnya ya?
Bu Iin, sekarang jadi kepada sekolah...
Ibu maaf jarang main ke TK...
Dan ibu guru nol kecil yang nggak sempet kenalan karena ana nggak pernah nol kecil...
Temen TK...
Raisa, Intan, Oya, Dinda, Lisa, Lena, Maritha, dll...
Yang ketemu malah sama yang laki-laki...
Pada kemana ya?
Kemudahan
Sesungguhnya kemudahan dalam hidup lebih banyak dari kesusahan
Tapi...
Entah, mengapa lebih mudah mengeluh karena suatu kesusahan...
Daripada bersyukur atas segala kemudahan...
Ingatkan ana ya untuk selalu bersyukur...
Rantai Karbon
Bisa jadi sesuatu yang sangat kuat, bisa jadi sesuatu yang terbakar...
Hiks...
Semoga rantai karbon yang dikirim dari kampus ke rumah ana
(Ngerti kan? ^n^)
Bisa membuat ana lebih kuat
Seperti intan...
Semoga nantinya bisa lebih baik...
Today I Know
I keep what I feel
Though people think I’m so extrovert
I feel no one love me
Because no one ever said so
However, I know there must be anyone loves me
I keep too much burden on my own
I may show people what I think they won’t be worry about it
Today I know…
I’ll better share it sometimes
And try to handle it and make it over
No more keep it and it hurt me more and more
Friend is Not a Mind Reader
They sometimes understand what you want
But often, they don’t
Have you ever heard it?
“How could it be you asking me to feel the things you never show?”
They just can remind you as they can
If they rarely give you advice, trust her
She may be afraid to tell you wrong way
Monday, May 21, 2007
Banyak Pertanyaan
kenapa...
Mereka...
Benci banget sama salafi?
Emang apa salahnya ittiba'?
Aneh...
Sebenernya sih nggak usah nanya....
merekanya juga nggak akan bisa menjawab
Capek...
Mendingan thalabul ilmi dulu yang bener
Dan berdoa
Semoga Allah membuka hati kita semua untuk menerima KEBENARAN
Pemaksaan
Ada acara untuk praktikan mata kuliah PAI di masjid kampus.
Tapi, kalo Ahad, ana ada acara ngaji di masjid lain
Yang jelas masjid salaf, dan itu kajian rutin
Mana rela ana nggak ikut cuma buat dapet nilai
Ana butuh nilai, tapi nggak gini juga caranya...
Waktu mau izin pergi
Mba penjaga absen bilang
"Nanti nilai kamu dikurangi..."
Tuh kan bener...
Emang yang pada dateng itu dipaksa...
Karena kalo nggak dateng nggak dapet nilai absensi.
Ntar nilai PAInya berkurang...
'Ainal ikhlash?
Lucu...
Mereka, tahu lah siapa...
Menganggap salafi itu keras
Padahal...
Salafi nggak pernah maksa orang ikut kajian salafi
Nggak kayak mereka...
cari seribu cara biar orang ngikutin jalan mereka...
Bener kan?!
Monday, May 07, 2007
Allah Always Support Me...
I know there's Someone that always care about me...
Give me everything I need...
Although I'm not doing good...
Allah always support me...
As long as I try to be a nice one...
Allahu Akbar!!!
Kenangan (part 2)
Jadikan pelajaran hidup...
Jadikan racun seperti obat...
Yang mengobati penyakit kronis...
Dalam dosis yang sedikit...
Kenangan (part 1)
Kenangan itu...
Racun...
Indah atau buruk...
Sama saja...
Hidup dalam kenangan...
Seperti mati...
Karena waktu terus maju...
Walau hakikatnya adalah berkurang...
Dalam kenangan ada kesalahan
Dalam kenangan ada kekhilafan
Dalam kenangan ada kelalaian
Walau kenangan itu indah...
Bukankah seseorang seharusnya malu akan kesalahannya?!
Kenangan...
Banyak melalaikan kita dari hal penting...
Yaitu beribadah dengan benar hanya kepada Allah...
Kenangan itu pasti ada...
Karena waktu yang berlalu kadang mengambil sebagian perasaan kita...
Atau kita meletakkan sebagian hati kita di jalan kenangan...
Biarlah kenangan menjadi sesuatu yang biasa...
Karena seindah-indahnya kain sutra,
Jika terlalu banyak ia akan tetap membebani...
I Do, But I...
But I can’t understand you
I want to help you
But you never tell me what you need
If a friend is someone that can read what’s in your mind
I’ll never be your friend
(For all my friends, sorry not being a good one…)
Mendoakan Orang Lain
Nggak usah di depan orangnya...
Apalagi ngedoain,
“Semoga kamu mendapat hidayah”
Seakan dia orang yang tersesat
Dan kita nggak...
Lagipula...
Bukankah doa yang lebih baik itu yang tidak diketahui oleh orang yang kita doakan?
Supaya malaikat pun mendoakan untuk kita hal yang sama... ^u^
Allahu a’lam...
Memegang Bara yang Menyala (Part 2)
19 tahun ke belakang terasa sangat singkat.
Bahkan kita masih merasakan bermain-main sewaktu kita kecil.
Kalo kita mati nanti...
Apa rasanya kehidupan ya?
Mungkin (kalo bisa ketawa), kita akan menertawakan diri kita
Ketika kita mengejar apa yang tidak bermanfat bagi dunia dan akhirat kita
Ketika kita menzzhalimi orang-orang...
Walaupun nanti kita tertawa, tapi lebih mungkin untuk menangis...
Tidak ada yang bisa diubah
Ya Allah, alhamdulillah diingatkan
Semoga sebelum mati hamba sempat bertaubat...
Memegang Bara yang Menyala (Part 1)
Sangatlah berat dan kadang menyakitkan
Namun, semua itu tidak berarti apa-apa
Karena adanya sebuah cita-cita yang kuat
Betapa ingin melihat wajah Allah...
Betapa ingin masuk jannah...
Betapa takutnya dimasukkan ke dalam neraka...
Mungkin hari ini aku memegang bara yang menyala
Namun aku tahu jika aku melepasnya, maka seluruh tubuhku akan lebih panas
Mungkin tidak akan aku rasakan sekarang
Tapi nanti...
Dan aku tidak mau terbakar dalam kehidupan yang abadi
Menyebalkan
Hari itu dimulai dengan sangat menyebalkan
Tau nggak...
Waktu keluar rumah...
Waktu jalan mau ke kampus...
Ada bapak-bapak...
Megang HP yang ada kameranya...
Tau nggak...
Ternyata...
Tu bapak-bapak...
Ngambil gambar ana...
Ana dizhalimi!
Emang ana siapa harus difoto segala?
Emang mau bikin KTP?
Maaf-maaf...
Doa orang yang dizhalimi kan diijabah...
Ana doakan semoga HP tu bapak rusak!
Biar bisa ambil pelajaran dan nggak kurang ajar...
Di jalan...
Di terminal Laladon
Dipanggil macem-macem...
Ninja...
Di deket rumah...
Sama anak kecil...
Dipanggil...
Hatori...
Bahkan...
Di angkot...
Pernah ada yang bisik-bisik...
Anak kecil sih...
Teroris...
Jahat banget sih...
Emang salah ana apa?
Ini bukan keluhan
Ini cuma cerita lucu
Yang nggak patut ditertawakan...
Tapi patut kita tangisi...
Betapa belum dewasanya lingkungan kita...
Memandang orang dari apa yang dipakainya...
Termakan stereotip yang sesat...
Semoga semua, ana juga, mendapat hidayah...
Before and After
Dulu, rasanya pengeeeeen banget kuliah
Walaupun mahal... Bisa buat kasih makan banyak orang.
Biaya kul, fotokopian handout dll, ongkos
Akhirnya ana kuliah
Tapi...
Lama-lama...
Kuliah itu...
Sucks!
Innalillaahi, qadarullahi wa maa syaa a fa’ala…
Qadarullah, mungkin inilah jalan yang Allah kehendaki bagi ana.
Orang tua yang biayain ana, mungkin kini mulai berharap
Pada seorang calon sarjana
Yang sebenarnya udah nggak sanggup kuliah
Berat bo!
Banyak dosa yang bertebaran, nggak imbang banget sama manfaat (kalau emang ada manfaatnya)
Seorang akhwat di luar rumah, tanpa mahram, ya Allah, ampuni hamba...
Bid’ah, bahkan syirik...
Ya Allah, hati ini kadang mantap untuk keluar
Kadang ragu juga karena banyak faktor eksternal
Mungkin nanti orang hanya bisa mencela
Mencela bahwa ana seorang anak yang nggak bisa menghargai jerih payah ortu untuk biayain kuliah
Tanpa mau paham, bahkan nggak mencoba mengerti, hanya melihat dari satu sisi duniawi...
Tapi...
Sungguh mereka nggak bisa meringankan timbangan dosa ana sedikitpun!!!
Sungguh hamba nggak pengen ortu kecewa
Ana ingin membahagiakan mereka, tapi kalo boleh nggak lewat jalan kuliah.
It’s all too hard for me...
Tapi lewat apa?
Inilah yang masih menyulitkan ana...
Beruntunglah orang-orang yang nggak kuliah
Dan menyibukkan diri dengan thalabul ilmi syar’i
Semoga Allah mengeluarkan ana dari kuliah dengan cara terbaik... Tidak ada yang sulit bagi Allah.
This is where I belong
This is where I belong
This is where I come from
No need to shade my tears
Or face my fears anymore
So I won’t walk alone
Taking things on my own
All of the lands I’ve roamed
Memories of my home
That keeps beating strong
Cause this is where I belong
Wait…!
Where do I belong?
Sometimes I’m sure I’ll find it
Wednesday, May 02, 2007
Music Makes Me Stupid
Isinya lagu-lagu barat.
Berisi kata-kata yang nggak ada manfaatnya sama sekali
Sia-sia
Hasilnya...
Mumet!
Pusing!
Hati jadi lemah!
Merasa sedih nggak jelas!
Satu kebodohan ana...
Udah tau "racun", masih dimakan...
Astaghfirullah...
Hi!
I have been so busy
My home internet is not okay.
I have to go to rental in occasion to use the internet
My English becomes terrible!
Whatever, my idea wasn't flow easily
Much thinking, much considering
Which one is necessary, which is not
Tuesday, April 17, 2007
Akhirnya
Akhirnya UTS beres...
Nilainya...
Entahlah...
Belajarnya saja tak semangat...
Tapi...
Untuk cepet lulus harus rajin belajar...
SEMANGAT...!
Wednesday, March 28, 2007
Jangan...
Tentang cinta...
Jangan mencintai (lawan jenis yang bukan mahram) sebelum menikahi...
Masih banyak yang halal untuk dicintai...
OK!
Sunday, March 25, 2007
Rendahkanlah Hatimu
Janganlah kamu seperti asap yang melayang tinggi ke udara, padahal dia itu rendahan dan hina.
Sunday, March 18, 2007
Feel No Support
But really, it’s like a very hard work that I have to get it done by myself…
Sometimes I feel it’s really unfair
I have to take responsibility for any of my decision
(That’s normal anyway…)
But I feel I can’t share what I feel to my own family
It’s not about ignorance when I have to do my calculus by myself
It’s not about I have to do all my tasks and home works by myself, when my older brother get some helps from my parent
I…
Really don’t know…
What is it about!
You know, it’s a really hard work to know what’s wrong without blame anyone
I just wonder why there’s just very few people support me, and they are not my family
I hope it’s not a serious problem
The Victims
But, have you ever think about the victims’ family? It’s not about one or two; it’s about losing anyone that they love…
I'd Better
I’d better lost one of my friends than saw my friend in a different faith with me. I’d better lost one those I love so much than saw he/she in a different faith with me
Khasiat Meninggalkan Musik
Dari dalil yang jelas ini, tentu bisa disimpulkan bagaimana hukum musik itu. Semoga Allah memberi kita hidayah untuk memahami dan melaksanakan hukum-Nya.
Alhamdulillah, setelah ketergantungan akut dan hampir membunuh jiwa, musik mulai hilang dari kamus kebutuhan hidup ana. Sungguh, musik hanyalah racun yang menipu perasaan. Rasa nyaman yang ada hanya kepalsuan, sugesti kosong. Musik dalam segala bungkusnya sama saja. Jika musik itu racun, ana tidak ingin memakannya walaupun ditumpahi segalon madu. Penyebutan adanya musik Islami adalah dusta yang dengan bodohnya pernah ana percayai!
Setelah berhenti menyengajakan diri mendengarkan musik dan berusaha semaksimal mungkin menutup telinga dari apa yang haram ini, ana merasa Allah lebih menguatkan hati ana. Hafalan ana lebih mudah masuk dan lebih sulit hilang, semua atas izin Allah.
Hati ana kini lebih tenang... Belajar pun lebih enak. Ketika mendengar musik lagi, kepala ini rasanya pusing!
Jika boleh ana menyesal, ana menyesali kebodohan ana di masa lalu. Namun ana bersyukur karena Allah masih memberi ana kesempatan meninggalkan kemunkaran ini di masa hidup ana yang entah berakhir kapan.
Hanya Allah yang menolong ana meninggalkan apa yang berbahaya bagi jiwa ini...
Sunday, March 04, 2007
We Are More Precious Than the Diamond
Do you feel you’re more precious than the diamond?
If you do, I’m sure you’ll safe yourself behind the tidy closed clothes. You won’t let any finger touches you. You’re so afraid if yourself being scratched or wounded.
Yes…
We Are More Precious Than the Diamond
Merasa Nggak Sederajat...
Waktu SMA, kadang ana merasa terbuang kalo temen-temen lagi belajar kelompok, lantaran sekolah ana adalah sekolah unggulan yang anaknya pinter-pinter. Alhamdulillah ana pun termasuk pinter tapi agak soliter. Harus belajar sendiri. Alhasil, jadilah ana orang bodoh ketika belajar bareng... Hiks...
Waktu temen-temen ngomongin soal ujian fisika atau kimia, paling mereka bilang, ”Yaa... gue salah ngitung...” Padahal saat itu ana bener-bener pengen bilang, ”Tadi itu soal apaan sih?” saking nggak ngertinya...
Pernah suatu hari ana mau patungan beli kado buat anaknya temen. Jujur aja, ana jarang banget kasih kado, gara-gara sering bokek. Saat itu ana patungan seorangnya hampir 15 ribu. Ya Allah... Salah ana ngajak orang kaya untuk patungan. Bukannya meringankan beban, malah milih barang-barang mahal untuk dijadiin kado dan biayanya dibagi rata, padahal rata-rata temen yang lain pun agak kesulitan uang. Saat itu ana takut banget jadi orang mubadzir.
Bagaimanapun, mungkin perasaan ini nggak perlu ana rasain. Ana pun sempet kecewa dengan seorang teman yang mengatakan bahwa orang berpendidikan itu pandangannya lebih luas. Allahu a’lam. Andai pun itu benar, ana kurang setuju jika hal itu disamakan dengan orang yang nggak berpendidikan pandangannya sempit.
Tiap orang diberi kesempatan yang berbeda. Ada yang pintar dan bisa terus belajar dan kuliah, ada yang pintar tapi nggak punya kesempatan kuliah, ada yang biasa aja tapi kesempatan kuliah terbuka lebar.
Begitu juga urusan rizki. Ada ditakdirkan Allah lahir di keluarga yang berkecukupan, ada yang ditakdirkan lahir di keluarga yang agak kurang sana sini, ada yang lahir dan cukup gizi, makanan bagus, orangtua berpendidikan, atau sebaliknya. Tapi itu semua bukan berarti seorang nggak bisa berubah. Jika Allah udah menakdirkan orang miskin jadi kaya, atau orang berpendidikan tiba-tiba nggak bisa berpikir sama sekali, atau sebaliknya, nggak ada yang bisa menghalangi!
Jadi... Buat orang-orang pintar, cendekiawan, orang kaya, tetaplah sederhana. Kaburkan garis strata. Jangan tegaskan perbedaan yang ada. Semoga kepintaran dan kekayaan anda semua bermanfaat untuk ummat Islam...
Dewasa
Buat ana, dewasa itu suatu proses, bukan hasil. Setiap orang yang dewasa bukan berarti nggak pernah ketawa (serem amat orang yang nggak pernah ketawa lantaran pengen dianggap dewasa!). Dewasa adalah menerima karakter diri dengan memperbaiki apa yag kurang agar ideal sesuai dengan ketentuan Allah.
Proses pendewasaan adalah ketika segala pertimbangan kita didasarkan pada timbangan syar’i. Dewasa adalah ketika seorang bisa mengendalikan hawa nafsunya, tanpa membunuhnya atau membiarkannya liar.
Sebagai pribadi, kita nggak bisa menuntut seorang untuk bersikap dewasa dengan definisi dewasa menurut diri kita sendiri. Bahkan kita pun nggak berhak mengatakan bahwa kedewasaan telah ada pada diri kita. Tiap orang cengengesan bukan berarti tidak berpikir. Tiap orang yang diam belum tentu sedang berpikir. Allahu a’lam.
Jangan sampai mendefinisikan kedewasaan ini membuat kita lalai dari tugas utama, yaitu beribadah dengan ikhlash untuk Allah dan ittiba’ dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallaahu ’Alaihi Wasallam. Allahu musta’an...
Alhamdulillah...
Friday, February 23, 2007
Pelajaran dari Seorang Sahabat (Part 2)
Lalu sahabat ana berkata, "Kenapa mesti dilepas?" ...
Alasan ana...orangtua belum mengizinkan. Subhanallah, dari sahabat ini ana mendapat satu dorongan yang luar biasa...
"Kalo kamu nggak salah kenapa mesti takut? Ini kan pilihan hidup kamu. Lagian kamu udah tau kenapa kamu harus pake. Jelasin aja sama orangtua kenapa kamu harus pake cadar."
Subhaanallaah... Hidayah Allah datang dari arah yang tidak dikira... Subhaanallaah...
Bener! Kalo kita tau kita bener, kita menjalankan sunnah, kita nggak menzhalimi orang, KENAPA TAKUT??? Bukankah Allah akan selalu menolong hamba yang berusaha mendekatkan diri pada-Nya?!
Allahu a'lam...
Sunday, February 18, 2007
Contoh COVER
Saturday, February 17, 2007
Ikhlash Itu Sulit
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Ikhlash itu Sulit.
Pengen Berhenti Kuliah!
Seorang teman coba ngasih tau ane apa aja yang bisa bikin ane betah di kuliahan. Pertama sih dibilang bahwa ilmu yang ada di kuliahan ini bukan ilmu yang nggak berhubungan sama ilmu syar’i (walau kadang hubungannya cuma sekedar dihubung-hubungin doang- um)... Tapi ane nggak mendukung pernyataan itu. Alesannya, takut terlalu sibuk dengan ilmu dunia dan lupa dengan ilmu syar’i. Karena ilmu-ilmu itu kebanyakan merepotkan kecuali ilmu syar’i. Akhirnya, teman itu bilang... Kira-kira gini...
Semoga kuliah kita ini bermanfaat buat anak kita nanti. Kita ajarin mereka tauhid yang bener dari mereka kecil. Terus mereka kita ajarin ilmu dunia biar mereka bisa lebih bermanfaat bagi ummat... Semoga anak kita nanti jadi anak yang pinter ilmu syar’i dan pinter ilmu dunianya...
Semoga ane betah kuliah...
Ngamen
Tau nggak, walaupun kayak orang ngasal banget, itu ada benernya. Coba deh pikir yang panjang, apalagi buat yang udah rada tau seluk-beluk per-ngamen-an, especially anak kecil. Ketika kita ngasih uang, tu uang bukan buat dia. Dikasih sama bosnya. Okelah tu anak ntarnya dikasih makan. Tapi kalo kita ngasih lagi, berarti perputaran uang nggak berenti. Anak-anak itu bakal betah di jalan, atau dibetah-betahin...
Kalo kita ngasih uang, si bosnya bakal mikir, ini bisnis yang bagus. Tinggal tungguin anak kecil ngamen, dapet duit. Masya Allah...
Lagian, mereka diajarin musik. Musik kan cara orang non-Islam beribadah. Masa kita mau mendukung syi’ar agama lain?
Semoga Allah memberi jalan keluar yang baik...
Pelajaran dari Seorang Sahabat (Part 1)
“Aku bertanya pada diriku sendiri, apakah selama ini aku telah ikhlash dalam menuntut ‘ilmu syar’i ataupun amalan yang lain. Hari ini aku mendapat kenyataan bahwa apa yang aku khawatirkan mengganggu keikhlashanku, ternyata tidak aku peroleh. Semoga ini adalah jawaban yang terbaik bagiku bahwa setidaknya aku tidak menuntut ilmu atau beramal karena selain Allah. Namun, pagi harinya aku peroleh kabar bahwa keikhlashan itu tidak pernah berakhir. Harus selalu diperbaharui. Aku tidak tahu apa yang harus membuat aku sedih karena aku merasa Allah menghendaki kebaikan yang banyak untukku...”
Semoga ia mendapat yang terbaik...
Jangan Bersedih
Al Hadiid (57) : 22-23
Note: 'afwan tulisan 'arabnya sulit dicopy karena jadi terbalik-balik...
Don't Say "If Only"
You’ll never get back what you’ve lost, illaa bi idznillah… Be ikhlash…
ADVERTISEMENT
Butuh dana untuk kuliah, masih butuh setidaknya 4 tahun lagi untuk selesai S1, untuk meringankan beban orangtua. Takut untuk cari beasiswa karena biasanya ada timbal baliknya.
Contoh rancangan cover (format .jpg) akan dikirim lewat e-mail. Mohon kasih alamat e-mail dan telepon lengkap ke alif_nun@hotmail.com.
Semoga bermanfaat bagi ane dan antum.
Jazaakumullaah Khair...!
Ketika Sedih Melanda
Allah lebih tau kadar kesanggupan kita dan semua ujian pasti bisa kita lewati, asal kita nggak lupa sama Allah.
Ketika sedih melanda, berdoalah semoga diri kita diliputi kesabaran yang banyak. Semoga Allah mengganti apa yang hilang dengan yang lebih baik. Yakinlah!
Kesyirikan di Sekitar Kita
Jika seseorang memakainya dengan keyakinan bahwa gelang tersebut memberi manfaat dan menolak bahaya, maka ia telah berbuat syirik besar dan ia harus segera bertaubat. Jika ia meyakini bahwa jimat itu hanya sebagai wasilah (perantara) dan hakikatnya yang menyembuhkan tetaplah Allah, maka ia tetap melakukan syirik kecil, dan syirik kecil itu dosanya lebih besar dari dosa besar.
Hal yang seperti itu juga, ketika seseorang melihat burung gagak maka ia berkeyakinan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk, atau kepercayaan bahwa angka 13 membawa sesuatu yang buruk, atau kepercayaan bahwa angka 6 bukan angka yang baik, atau semacamnya, itu pun termasuk syirik.
Itulah pentingnya tauhid dida’wahkan. Karena tanpa itu, seorang yang merasa dirinya baik, tetap saja amalannya tidak dihitung, karena amalannya tidak dilandasi ikhlash dan ittiba’.
Syirik jelas bukan perkara kecil. Adalah sesuatu yang bodoh menganggapnya hal kecil. Mari kita bersama mengobati penyakit kronis ini. Mintalah hanya kepada Allah dan berharaplah hanya kepada Allah...
Need Help to Sign Out
That’s good thought. But, when you know the way you walk in is not right, why did you have to still walk on that way? If you know that way is wrong way, will you follow people or being followed by people? Do you really want to take the responsibility that actually you don’t need to take?!
If you still can’t go out of the absolute wrong way, that means, you need help to sign out. You have to say, “It’s enough!” and change your direction to the right way.
Sunday, February 04, 2007
Why Ummu Maryam?
Tadinya pengen pake nama Ummu ‘Afifah. Tapi seorang teman udah punya anak namanya ‘Afifah. Ya udah, pake nama Ummu Maryam aja. Ntar kalo udah nikah trus punya anak perempuan, mau dikasih nama “Maryam”...
Da’wah Bukan Mencari Pengikut
Selama ini, mungkin tauhid orang-orang belum benar dan mereka telah biasa hidup dengan ‘aqidah yang seperti itu. Kasarnya, itulah kerusakan yang ada.
Bayangkan, ketika kita membangun suatu bangunan, betapa lama persiapan yang harus kita lakukan sampai bangunan itu berdiri. Untuk meruntuhkannya, hanya perlu beberapa kilogram mesiu (nggak tau juga, soalnya bukan tukang mesiu...). Apalagi sesuatu yang rusaknya sudah parah, maka perlu waktu lama untuk membetulkannya.
Dalam da’wah, banyak yang harus kita perbaiki. Tapi harus dimulai dari perbaikan tauhid dan ‘aqidah. Masalah yang mengikuti sedikit, jangankan kita yang ‘ilmunya sangaaaaat sediiiikkkkiiiit, Nabi Nuh ‘Alaihi Salam da’wah selama seribu tahun kurang lima puluh tahun tetapi yang mengikutinya hanya 80 orang. Bahkan ada Nabi yang tidak ada pengikutnya... (Baca “Cara Praktis Mendakwahi Keluarga, Muhammad bin Fahd al-Jaifan, Pustaka Ibnu Katsir)
Allah yang akan membalas usaha kita dalam berda’wah, bukan orang-orang. Jalan ini memang berat. Dan yang paling berat adalah meluruskan dan memurnikan niat kita hanya untuk menggapai ridha Allah.
Sabar itu harus. Mungkin sering sekali kita nangis, sedih melihat keluarga dan teman-teman yang masih belum belajar bareng kita. Kita sedih karena mereka belum paham dengan kesalahan mereka dan kita pun sedih karena mereka belum melaksanakan syari’at Allah. Sesungguhnya Allah yang memberi petunjuk. Kita mah berusaha terus, semangat terus. Jangan menyerah.
Kita harus saling menguatkan sesama teman dalam da’wah, setidaknya dalam da’wah di keluarga. Allahu musta’an...
(“) ,, (“)
\(*o*)/
Jangan menyerah!!!
Tidak berubah
Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam Sangat Menyayangi Ummatnya
Poligami vs Playboy
Play boy, punya pacar banyak. Aturan jadi playboy/pacaran nggak jelas. Landasannya cuma hak asasi manusia. Pacaran itu jalan pintas buat para pengecut yang nggak berani berkomitmen (iya kan?). Kalopun pacaran itu menuju pernikahan, kenapa nggak nikah dulu baru pacaran?
Okelah, tiap manusia punya hak. Trus, manusia juga beda sama binatang karena punya aturan. Iya kan... Trus, kalo manusia nggak mau diatur... Bikin kesimpulan sendiri aja deh...
Derajat manusia yang sudah tinggi kadang direndahkan oleh dirinya sendiri dengan tidak mau mengikuti seluruh aturan yang sudah Allah tetapkan. Hak asasi lebih ditinggikan daripada aturan Allah. Nggak ngerti kenapa kayak gini. Mungkin tiap jiwa punya alesan sendiri.
Liat aja masalah poligami. Banyak yang nggak setuju (jelas-jelas menentang) entah kenapa alasannya. Seorang yang melaksanakan apa yang tidak terlarang, kenapa harus ditentang? Kenapa yang pacaran nggak dihukum?! Kenapa yang udah menikah lalu selingkuh nggak dirajam?!!
Mungkin nggak semua siap untuk zauj-nya (pasangannya) menikah lagi. Tapi, tujuan kita di dunia ini kan untuk beribadah. Bukankah kita harus sabar (baca: taat) terhadap aturan Allah? Kalo zaujnya udah paham tentang aturan poligami dan sanggup untuk menanggung konsekuensinya, apakah harus dihalangi?
Tapi, mungkin memang banyak yang belum siap zaujnya berpoligami. Atau akhwat yang belum pernah menikah pun banyak yang nggak mau nggak jadi istri yang pertama (salah satunya ane, karena ikhwan yang belum pernah nikah juga masih banyak... Hehehe...)
Inti dari tulisan ini bukan mau membahas poligami, karena udah jelas dan ane juga belum sempet baca tafsir tentang ayat poligami. Yang jelas, kita harus berusaha sekuat mungkin berakhlaq baik terhadap Allah dengan cara tidak menentang hukum-Nya, melaksanakan hukum-Nya, dan tidak sombong dengan cara tidak mau melaksanakan perintah-Nya.
Wednesday, January 24, 2007
Buat Saudaraku Mu'allaf
Nggak Akan Ridho
Biar Nggak Bingung
Segala ibadah itu HARAM kecuali ada dalil yang memerintahkannya. Segala mu’amalah itu HALAL kecuali ada dalil yang melarangnya...
Jelas banget kan!
Beda jalan
Sudah Tradisi???!!!
Ane sebel sama orang yang masih masang sesajen dan ngelemparin sesajen ke laut. Masih ada yang minita sama kubur... Masya Allah... Minta sama siapa sih??? Apakah masih ragu bahwa kita bisa minta langsung sama Allah??? Allahu Akbar... Kenapa ada aja orang yang lebih cinta sama tradisi daripada menyelamatkan dirinya dari api neraka!!!
Yang muda, dengan gampang baca ramalan bintang, pake alesan nggak akan percaya. Ada yang pergi ke paranormal, pake alesan nggak akan percaya... Boong banget! Lagian juga meski nggak percaya, resikonya berat tuh, sholat nggak diterima 40 hari... Masih ada aja yang ngambil resiko ini... Ada lagi yang bebalnya minta ampun, jadi nggak sholat 40 hari itu... Masya Allah... Bukannya taubat!!!
Jangan sampe kayak iklan, syirik, sudah tradisi! Naudzubillah!!!
Keras Terhadap Orang yang Berbuat Syirik
Berteman dengan Manusia
Jika Kamu Orang Bertakwa
Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
Maryam berkata, ”Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.
Notes: Baca deh tarjamah Al Qur’an surah Maryam-nya sampe ayat 22 (’afwan ane males ngetik... Kan harus semangat mencari ya...!) Betapa seorang Maryam menjaga kesucian dirinya, betapa kokoh ketakwaannya... Semoga ane bisa seperti Maryam yang kokoh ketakwaannya...
Sayang banget, beberapa orang tersesat dan menjadikan Maryam sebagai sesembahan... Semoga Allah menjauhkan kita semua dari jalan yang sesat...!
Da'wah Butuh 'Ilmu
Posisi kita (ane...) yang baru mulai ngaji, dan dengan semangat yang tinggi banget, itu ujian buat kita. Apakah dengan ’ilmu yang baru sedikit bikin kita berani menda’wahi masyarakat luas? Apakah dengan ’ilmu yang baru sedikit itu kita udah berani memberi jawaban atas semua pertanyaan tentang Islam?
Da’wah itu harus, tapi kita kudu melihat ke diri kita, apakah ketika kita menyampaikan akan sama dengan apa yang kita dengan dan sama dengan maksud dari ustadz yang kita dengan kajiannya?
Kadang... Orang yang baru ngaji itu ada sedikit rasa lebih dari orang lain... Misalnya, lebih bisa menjawab pertanyaan tentang Islam, lebih baik dari beberapa sisi... Naudzubillah! Ane ngomong gini karena ane yang ngerasain sendiri. Sulit banget untuk membunuh rasa sombong ini, dan membuangnya jauh ke tempat dimana ane nggak akan nemuin kesombongan ini lagi... Rasa sombong itu begitu halus... Tapi tetep aja, nggak bisa dibenarkan. Apalagi ketika ane dalam posisi sebagai seorang yang bertugas ”menda’wahi” adik-adik kelas di SMA... ’Ilmu yang sedikit itu harusnya bikin ane sadar, ane harus lebih banyak ngaji. Bukan lebih banyak ngomong...
Alhamdulillah, Allah memberi ane jalan yang indah... Semula ane merasa ”dikubur”, tapi ternyata Allah Memberi jalan terbaik, karena Allah lebih tau ane belum sanggup berda’wah... Al Qur’an belum hafal. Hadits belum ada yang hafal. Apalagi tafsir... Bahasa ’Arab nggak ngerti. Masya Allah, orang kayak gini mau da’wah... Masya Allah...
Semoga ane bukan termasuk orang-orang yang dikhawatirkan oleh Rasulullah Shalalaahu ’Alaihi Wasallam, yaitu para da’i yang menyesatkan ummat.
Semoga kesombongan ini tidak berganti dengan kesombongan karena berusaha tidak sombong.
Bersabar
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallaahu Anha yang berkata, aku dengan Rasulullah Shalalaahu ’Alaihi Wasallam bersabda,
”Jika seorang mendapat mushibah lalu berkata ’Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali. Ya Allah, beri aku pahala di mushibahku dan beri aku ganti yang lebih baik darinya.’ Melainkan Allah Ta’ala memberinya pahala di mushibahnya dan memberi ganti yang lebih baik darinya.” Ummu Salamah berkata, ”Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku berkata seperti yang diperintahkan Rasulullah Shalalaahu ’Alaihi Wasallam kepadaku, lalu Allah memberiku ganti yang lebih baik daripada Abu Salamah, yaitu Rasulullah Shalallaahu ’Alaihi Wasallam.” (HR. Muslim)
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(Maraji’: Selancar Takwa, Dr. Abdul Adzim Badawi)
Tuesday, January 23, 2007
Kesombongan
Kesombongan adalah sesuatu yang berbahaya karena bisa menghalangi orang masuk jannah...
Semoga Allah menjauhkan kita dari kesombongan...
Da'wah dengan Penuh Kelembutan
Da’wah itu harus penuh kelembutan... Dalam Al Qur’an, Nabi Musa saja diperintahkan oleh Allah untuk menda’wahi Fir’aun dengan lembut. Padahal sudah jelas kemunkaran yang dilakukan Fir’aun...
Apalagi menda’wahi temen-temen kita, keluarga kita... Mungkin karena ketidaktahuan merekalah mereka melakukan kesalahan. Beritahu mereka. Jika mereka memang masih menolak, sesungguhnya Allah Yang Memberi hidayah...
Kalo ada yang bengal, nggak mau denger, atau udah tau itu salah tapi masih melakukan juga... Doakan aja... Semoga Allah membuka hati mereka... Jangan malah dimarahi... Jangan juga membuka kesalahan mereka di depan umum.
Perbedaan nashihat dan penghinaan adalah ketika menyampaikan, secara sembunyi-sembunyi atau di depan orang banyak...
Pikir baik-baik sebelum marahin orang. Jangan-jangan setelah dimarahin mereka tambah jauh dari tujuan kita. Hanya orang-orang terpilih yang bisa maju setelah dimarahi...
Kalo da’wah kita nggak kelihatan hasilnya dari jumlah orang yang akhirnya sadar pentingnya tauhid, semoga itu nggak mengganggu keikhlasan kita... Allah Maha Mengetahui apa yang kita lakukan...
Maafin ane ya kalo pernah galak...
Itsar
Padahal dulu... Orang-orang shalih terdahulu, bersedia mengorbankan harta, bahkan nyawanya untuk kepentingan kawan yang lain... Betapa ukhuwah yang sangat erat... Nggak mementingkan diri sendiri dan selalu memikirkan kebahagiaan orang lain, yang dicintainya karena keimanan. Bahkan, ana denger dari seorang kawan, seorang ustadz zaman kiwari yang meninggal dan meninggalkan banyak hutang, untuk menolong orang lain (semoga Allah memudahkan jalannya di akhirat dan memudahkan ahli warisnya untuk membayar hutang...) Betapa besarnya semangat untuk mendahulukan orang lain...
Kita... (Mungkin cuma ane...)
Boro-boro menyadari kesempitan yang dihadapi saudara seiman kita... Temen minta tolong aja kadang ditolak, gara-gara kita ada kepentingan lain... Atau kita berpikir bahwa nggak ada yang mikirin kita, ngapain kita mikirin orang lain... Masya Allah...
Coba deh, kalo kita punya sebotol air minum, tapi tinggal sedikit lagi. Saat itu kita hauuuus banget. Trus ada temen kita yang haus juga. Paling baiknya kita, tuh minuman yang dikit, dibagi 2. Atau bilang sama temen ”Maaf ya, minumnya sedikit lagi...”
Bukankah kebaikan yang kita lakukan adalah untuk mendapatkan ridho Allah? Bukankah menolong kesulitan saudara se’aqidah itu wajib? Apa hak kita untuk menilai pertolongan ini kecil atau besar? Apa salahnya menolong dalam hal kecil, apalagi hal besar?
Semoga pengetik blog ini bisa melaksanakan nashihatnya ini...
Ikhlash dalam Berteman
Kadang ada yang temenan cuma karena sering ketemuan. Ada yang bertemen karena sama-sama suka hal yang sama, hobi sama, atau kesamaan yang lain. Yang rada kuno, ada orang bertemen gara-gara status sosial yang sama (sama-sama orang kaya, sama-sma pengusaha, dll).
Zaman sekarang, rada susah mencari model pertemanan yang ikhlash untuk mencari ridho Allah. Buktinya, kadang kita lebih takut untuk ngasih tau kesalahan temen kita (kesalahan yang jelas salahnya menurut Al Qur’an dan juga menyalahi sunnah) gara-gara khawatir temen kita sakit hati... Atau, kita tega ngasih tau kesalahan temen kita di depan orang-orang atas alasan rasa sayang, kalo nggak dikasih tau nanti dia tambah salah...
Harusnya, kalo kita ikhlash, kita berani kasih tau temen kita. Apalagi kita tau yang mana yang bener dan mana yang salah. Harusnya kita nggak suka kalo temen kita menyalahi syari’at...
Semoga kita bisa amar ma’ruf nahi munkar everytime, everywhere...
After UAS
Tuesday, January 02, 2007
Quotes yang (Cukup) Bagus...
Apa ruginya "menghabiskan waktu" bersama orang yang mencintai Allah dengan benar???
Allahu A'lam...
Monday, December 25, 2006
You Can't Give Any Guidance
It is true thou wilt not be able to guide every one, whom thou lovest; but Allah guides
those whom He will and He knows best those who receive guidance.
"Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk"
Al-Qur'an, 028.056 (Al-Qasas [The Story, Stories])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
To everyone who know me
I hope I'll be better everyday, because I want to be the lucky one
Maybe I'm not better than anyone you ever know
But I really thanks to everyone who want to be my friend
Anyone who always beside me in my good time, in my bad time
I know I wasn't a good girl yesterday
I had so much faults
I'm so sorry for that
To everyone who know my past
Please, don't tell anyone
I feel so ashamed with my past
Now I try to be a good Muslimah
I know I'm not a good one yesterday
Please help me
Don't yell at me if I do wrong
Don't praise me if I do right
Tell me what's right gently
Don't be mad if I don't understand
Please...
Be fair...
Don't judge me...
Sunday, December 24, 2006
ISLAM
Fa huwa min hum!
Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka termasuk golongan mereka!
Setiap Manusia Bisa Tersesat...
Walaupun dia itu da’i, orang shalih...
Oleh karena itu, kita harus selalu berdo’a agar selalu dalam hidayah Allah
Tetap bertauhid dan ber’aqidah yang benar
Sampai akhir hayat
Sampai mati…
Semoga mati kita khusnul khatimah
Makanya…
Ayo kita ngaji…
STOP DEMO!!!
Ngeliat orang demo capek!
Kenapa harus demo?
Emang nggak bisa bicara baik-baik ya?
Tau nggak sih, dalam Islam itu nggak ada tuh contoh demo...
Demo pertama itu ketika sebagian orang tertipu fitnah
Bahwa Utsman bin ‘Affan menzhalimi Ummahatul Mu’minin...
Masa cara yang dipakai untuk menurunkan khalifah dicontoh oleh seorang Muslim?
Gimana sih?!
Ada 4 Macam Sikap Ulama terhadap Tauhid
2. Ulama yang tahu pentingnya tauhid tapi melalaikan tauhid, yang lain lebih penting. Tauhid nanti saja.
3. Ulama yang sama sekali tidak memperhatikan masalah tauhid, tidak mau mengajarkan dan menda’wahkan tauhid.
4. Ulama yang menentang tauhid, bahkan mencegah manusia dari jalan Allah.
Alhamdulillah Diingatkan…
Ane (dan beberapa kawan) bukanlah salaf
Kami cuma orang-orang yang ingin mengikuti jejak salafush shalih…
Tapi menyadari hal ini, semoga ane dan kawan senasib nggak malah jadi nggak semangat
Alhamdulillah, meski jarak (waktu dan tempat) kita jauh banget dari Rasulullah, kita masih kenal dengan sunnah
Kita nggak diasingkan dari sunnah (apa yang dicontohkan Rasul)
Kita dikasih semangat sama Allah buat belajar sunnah
Semoga jalan yang udah Allah tunjukki ke kita NGGAK KITA SIA-SIAKAN
Semoga kita nggak males ngaji cuma gara-gara hal-hal sepele...
Semoga kita juga bisa mengajak keluarga dan kawan kita untuk ngaji juga
Ngaji tauhid
Biar amalan kita nggak sia-sia...
Tuesday, December 19, 2006
Sunday, December 17, 2006
Di mana Allah?
(Allah) Most Gracious is firmly established on the throne (of authority).
Tuhan Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas ‘arsy.
Al-Qur'an, 020.005 (Ta-Ha [Mystic letters Ta-Ha])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
Kenangan yang Ter…
Waktu itu mau ada acara penyambutan murid baru. Ane dan temen-temen seangkatan dikasih tugas buat membimbing mereka, para anak baru. Rapat deh… Trus, terjadilah suatu perang urat syarat…
Terpecahlah menjadi dua kubu, yang satu yakin materi ‘aqidah harus disampaikan terlebih dahulu. Yang satu lagi yakin, materi ‘aqidah itu materi yang berat. Biar materi ringan aja dulu, yang penting anak-anak baru itu tertarik dengan Islam (Islam yang mana?)
Trus yang tadinya diskusi jadi nggak jelas. Masing-masing keukeuh, nggak mau kalah (siapa yang lagi lomba?!). Trus, akhirnya dari kubu dua yang didukung kakak kelas, ada yang bilang, “Emang tujuan kita apa sih? Bikin mereka tertarik sama Islam kan?!”
…
Kubu satu diem.
Dulu ane kira mereka udah males nanggepin, jadi diem aja. Tapi setelah belajar sedikit, mungkin alasan mereka nggak sedangkal itu. Mungkin mereka ingin dibangunkan rumah di surga.
Mereka telah meninggalkan debat…
Debat kebiasaan Yahudi…
Mereka menyelisihi Yahudi, menjalankan sunnah…
Buat temen yang merasa kubu dua:
Kami dateng bukan sebagai alim yang udah tau banyak. Kami cuma orang-orang yang baru mulai ngaji dan kami nggak pengen makan ilmu sendiri. Kalo ternyata kami pernah salah dalam bersikap, terlalu keras lah, itu kesalahan kami sebagai pribadi. Kami datang bukan buat merusak da’wah. Kami Muslim! Kami ingin menegakkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH…!!!
Kami bukan kelompok baru kok… Kami Muslim. Kami ngikutin Al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Shahabat, Tabi’in (orang yang hidup sezaman dengan Shahabat, hidup sampai mati sebagai Muslim), dan tabiut tabi’in (orang yang hidup sezaman dengan tabi’in, hidup sampai mati sebagai Muslim). Bukan orang sembarangan…
Kami pun khawatir ini masih sebatas pengakuan. Kami kadang masih kalah dengan hawa nafsu. Karena kami juga manusia…
Tauhid itu penting banget lo… Jadi orang baik, orang yang dicintai orang banyak, PERCUMA kalo tauhidnya nggak bener. Tau kan tanpa tauhid amalan manusia seperti fatamorgana… Kalo kita da’wah yang lain dulu sedangkan tauhidnya ntar-ntar, gimana kalo kita atau yang kita da’wahin keburu mati sebelum bener tauhidnya? Adakah keraguan bahwa orang yang tauhidnya baik akhlaqnya akan ikut baik???!
Kawan, jika kita tidak setuju dengan sesuatu, coba lihat lagi. Apakah yang kita selisihi itu? Jika itu kebenaran, maka ikutilah walaupun kita tidak suka.
Kembalikanlah, benar dan salah itu sudah ada petunjuknya dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Jangan ngarang sendiri dan mengikuti apa yang menurut kita baik. Ikutilah apa yang menurut Allah baik.
Udah gitu aja…
(Maap, rada emosi)
The Sun Never Gone
When the rain in come, we feel that the sun is gone…
You know what, the sun will never gone until the End of the Day.
Be like the sun…
Though people look at you like you never do something good, keep doing good.
Keep shining…
Doing good never wasting time…
Allah always know what we do…
Keep ikhlash…
Lucunya...
Trus, kita ngeliat seorang temen yang kayaknya nggak pernah ketauan berbuat baik. Pengen banget nyela tu orang. Emang nggak bisa yang jadi orang baik? Berbagai prasangka muncul di pikiran kita.
Pernah nggak, suatu hari kita nonton TV, trus ada yang kena bencana. Ada yang bencana alam, bencana perang, dll. Trus kita terenyuh, kasian, dll. Tapi ternyata nggak ada yang tau how care we are… Pengen banget kasih tau orang kalo kita peduli banget, demo skalian deh… Bantuin orang-orang yang kena bencana itu? Ntar aja abis “konfrensi pers”…
Trus, kita ketemu temen yang kayaknya “kurung batok” banget. Apa yang terjadi di dunia ini biasanya dia nggak pernah nanggepin. Baygon banget. Maksudnya, prinsip hidup dia “Let’s by gone be by gone...”
Innalillah…
Ainal Ikhlash…?
Dimana ikhlash…?
(Yang nulis blog juga bingung, nulis blog bisa mengganggu keikhlashan nggak ya…?)
Ketika kita sering berbuat baik, apa butuhnya kita sama orang lain? Bukankah kebaikan itu bagian dari ibadah kita, yang kita (harus) lakukan ikhlash fillah?
EMANGNYA KALO ORANG LAIN BERBUAT BAIK HARUS LAPORAN SAMA KITA?
Emang kita tau seberapa banyak kebaikan dan kepedulian mereka?
Lucunya…
Kadang kita bukannya ngurusin niat diri sendiri, malah sibuk ngurusin orang lain yang nggak keliatan baik dan pedulinya.
Kayak kita yang paling baik dan peduli aja…
Pengumuman
Ane nggak tau ni blog ada yang baca apa kagak. Pernah sih temen bilang blognya bagus (hehehe...) Ya gimana nggak bagus, orang isinya bukan pemikiran ane, tapi ayat2 Allah… Pastilah bagus…
Ya udah…
Friday, November 17, 2006
Aku Mendengar dan Aku Taati
Apa yang ada di Al Qur'an TERNYATA bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.
Tentang proses penciptaan manusia
Tentang cacing Taenia solium dalam daging babi
Tentang manfaat gerakan shalat
Tentang manfaat shaum
Tentang manfaat tidak menampakkan aurat
dan lain-lain.
Hal ini membuktikan bahwa Al Qur'an tidak bertentangan dengan akal manusia
Namun, sadarkah kita akan BAHAYA YANG SANGAT BESAR dibalik ini semua?
Sadarkah kita akan BAHAYA YANG SANGAT BESAR dibalik ini semua?
Sadarkah kita akan BAHAYA YANG SANGAT BESAR dibalik ini semua?
Apakah kita harus menunggu semua bukti ilmiah untuk melaksanakan perintah Allah?
Mengapa kita harus meragukan proses penciptaan manusia sampai ada bukti nyata?
Apakah kita tidak makan daging babi gara-gara ada cacingnya?
Apakah kita shalat karena ada manfaatnya untuk kesehatan?
Apakah kita shaum untuk merasakan penderitaan kaum dhuafa?
Apakah kita tidak menampakkan aurat karena malu sama teman?
Kalau begini terus
Kapan kita akan ikhlash melaksanakan semua ibadah dengan mencukupkan alasan "karena ini yang Allah perintahkan dalam Al Qur'an dan ini yang Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam contohkan"?
Sedangkan amalan kita akan diterima jika dan hanya jika memenuhi syarat tersebut...
Ilmu Allah itu tidak terbatas. Allah yang menciptakan segalanya. Semua ciptaan Allah, sempurna.
Otak manusia itu terbatas. Menciptakan sehelai rambut pun tidak bisa. Manusia kalau berbuat sesuatu sering salah.
...
Masa sesuatu yang berasal dari yang Maha Pencipta masih kita ragukan demi menunggu hasil penelitian manusia yang diciptakan oleh Allah?????
Monday, November 13, 2006
Benarkah???????
Hati- hati dengan IPTEK
Makin lama, makin banyak pembuktian dari ayat- ayat Allah yang dilakukan oleh ilmuwan- ilmuwan
Hal ini bagus, tapi berbahaya
Mengapa?
Harusnya kita beriman tanpa perlu menunggu bukti ilmiah tentang manfaat perintah Allah bagi hidup kita...
Kita shaum karena perintah Allah kan?!
Bukan biar kurus...
Kita sholat karena perintah Allah kan?!
Bukan biar sehat...
Jadi...
Beribadahlah dengan ikhlash karena mengharap ridha Allah...
Tuesday, October 24, 2006
Pray Directly to Allah
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me: Let them also, with a will, Listen to My call, and believe in Me: That they may walk in the right way.
Al-Qur'an, 002.186 (Al-Baqara [The Cow])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
If Ye Did Well...
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
If ye did well, ye did well for yourselves; if ye did evil, (ye did it) against yourselves. So when the second of the warnings came to pass, (We permitted your enemies) to disfigure your faces, and to enter your Temple as they had entered it before, and to visit with destruction all that fell into their power.
Al-Qur'an, 017.007 (Al-Isra [Isra, The Night Journey, Children of Israel])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
Sunday, October 22, 2006
Forgiveness
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Allah forgiveth not that partners should be set up with Him; but He forgiveth anything else, to whom He pleaseth; to set up partners with Allah is to devise a sin Most heinous indeed.
Al-Qur'an, 004.048 (An-Nisa [Women])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
The Winnowing Winds
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
I have only created Jinns and men, that they may serve Me.
Al-Qur'an, 051.056 (Adh-Dhariyat [The Winnowing winds])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9
The Sincerity
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
1. Say: He is Allah, the One and Only;
اللَّهُ الصَّمَدُ
2. Allah, the Eternal, Absolute;
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
3. He begetteth not, nor is He begotten;
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
4. And there is none like unto Him.
Al-Qur'an, 112.001-004 (Al-Ikhlas [Sincerity])
Text Copied from DivineIslam's Qur'an Viewer software v2.9



