Tuesday, July 24, 2007

It’s Delay

Cita-cita yang ditunda...
Yah, itulah cita-cita ana untuk menikah...
Dulu ana menginginkan seorang yang tetap mengizinkan ana untuk kuliah sampai selesai S1...
Tapi kalo dipikir lagi, kasian...
Biaya kuliah kan nggak sedikit...
Belum pengeluaran tak terduga...
Yang terduga aja belum tentu murah...
Belum lagi kalo ntar setelah nikah langsung punya anak...
Mana tega ninggalin anak di rumah sama orang lain...

Jadi...
It’s delay...

Tapi ntar syaratnya bakal dinaikin (Hehehe...)

Allahuma’ jurni fii mushiibati...

Doa yang ana sering minta sama Allah...

Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun
Allahuma’ jurni fii mushiibati, wa akhlifli khairu min ha...

Alhamdulillah...

Allah memberi jawaban selalu tepat waktu
Bahkan terlalu indah...
Ketika ana kehilangan beberapa teman karena perbedaan pendapat (tepatnya, beda manhaj) dan mereka tidak mau menerima ana lagi...
Walau sudah mencoba dengan berbagai cara yang halus...
Allah memberi ganti kawan-kawan yang lebih baik...
Lebih jujur...
Dan terasa ringan berteman dengan mereka...

Walau pernah ribut...
Pernah berantem...
Tapi persaudaraan yang ikhlas, tidak menjadikan ana membenci mereka...
Bukankah watak seorang sulit diubah?
Ana mencoba mengerti dan minimal maklum dengan watak yang beragam...
Asal watak itu ditunjukkan dengan sejujurnya
Tidak dibuat-buat...

Allahu akbar...

My Answers are Questions

Why do you choose to be different with us?
Why do I have to be the same with you?

Why do you avoid us?
Why don’t you make a friend with me?

What makes you hates politic?
Do I have to love it?

How can you sit for hours, listen to the ustadz without talking at all?
How can you lay your body on your bed and listen to the music that gives you nothing and you do nothing?

Why do you give me answers like these?
Why do you ask many things you don’t need to know?

(hehehe...)

What’s Wrong With Kaderisasi?

Ini adalah suatu pertanyaan yang belum bisa ana jawab ketika seorang ukhti bertanya pada ana...
Tapi ini menyadarkan ana bahwa...
Terlalu banyak yang salah dengan kaderisasi...
Tepatnya kaderisasi suatu partai politik...

Ana hanya menjawab, keikhlasan adalah masalah utamanya...
Bisakah kita ikhlas ketika tujuan kita adalah membangun pemerintahan yang Islami (Islamnya siapa tuh?!)?
Apakah kita harus lupa dan tidak bersabar dengan pemimpin kita yang sama-sama Muslim?
Mengapa kita tidak menasehati mereka baik-baik?
Mereka kan bukan kafir!
Mereka masih sholat koq!

Lagian...
Politik siapa yang dipake?
Politik barat kan?
Gimana sih, sistem yang mau diterapkan itu sistem Islam, tapi koq pakenya cara demokrasi?
Emang demokrasi datang dari Islam?
Ketika semua ditentukan oleh banyak suara...

Ana nggak mau nyolot, cuma emang agak bebas banget setelah tau bener-bener dari seorang teman yang tanya langsung dari seorang kakak kelas...
Ternyata...
Selama ini...
Ana dijadikan komoditas politik...
Without asked any permission from me...
Like a trap...

It’s almost 1500 years after Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam passed away…
And what we know now about Islam, it might be less than 1/10 of what we should know…
Someone told me, 1500 years ago, you’ll be insecure...
But now, only doing 1/10, we’ll safe...
And we’ll never know how much the 1/10 if we never learn more about Islam,
And being busy with politics…

Allahu A’lam Bish Shawwab…

Curhat Khusus Akhwat

Suatu hari ana ditanya sama seorang akhwat tentang ta’aruf ana yang gagal. Ternyata, akhwat ini mau curhat. Dia lagi agak gimanaaa gitu sama ikhwan secara umum tapi nggak seluruhnya.

Dia kayak yang sebel sama ikhwan yang membatalkan ta’aruf gara-gara akhwatnya punya kekurangan secara fisik. Dia heran, apakah sebegitu besar peranan nazhor sampai bisa menghapuskan kelebihan yang banyak pada seorang akhwat hanya karena fisik yang mungkin kurang menarik (menurut calon pelamar).

Ana agak tersindir... Jujur aja, ana emang pengen calon ana nanti lebih tinggi dari ana. Tapi kalo orangnya sholih, dan memenuhi syarat yang lebih penting, I won’t care about the height or other physical type. Toh, seorang anak butuh bapak yang sholih dan bertanggung jawab daripada bapak yang ganteng dan fisiknya bagus tapi menye-menye... (Menyebalkan, menyesatkan, menyakiti hati mulu...)

Tapi yah, pikiran orang kan beda-beda. Itulah kenapa ada 4 pilihan buat ikhwan, cantiknya, keturunannya, hartanya, atau agamanya... Pilih yang mana, tanggung resikonya...

Ada kata-kata bagus, kecantikan tidak akan menghalangi takdir... ^u^

Semoga para akhwat yang merasa dirinya nggak cantik dan pernah gagal ta’aruf, nggak putus asa. Insya Allah, masih ada ikhwan yang tidak terlalu mementingkan fisik. Rawatlah kecatikan kita dari dalam, dengan menjaga aqidah kita. Insya Allah, Allah akan memberi yang terbaik.

Lagu-lagu Nggak (Ada yang) Bener

Jujur aja...
Di rumah masih ada TV...
Masih terdengar musik...
Maklum...
Bukan rumah sendiri...

Banyak lagu, katanya sih lagu cinta. Liriknya, masya Allah, banyak sekali yang mengandung kemusyrikan. Misalnya,

“Kaulah segalanya untukku...”

“Pujaanku, surga jiwaku, izinkanku mencintaimu...”

“Akan kulakukan semua untukmu, akan kuberikan seluruh cintaku...”

Udah ah, ntar ana yang rusak gara-gara inget lirik-lirik ini... Betapa cinta yang salah kaprah bisa bikin orang jaaaauuuuh dari Allah. Bahkan dengan naifnya mereka berkata “Ini kan hanya lirik lagu. Nggak harus mikir kejauhan...”

Masya Allah...

Di film, banyak sekali orang yang mau mati berharap didampingi sang kekasih (maksudnya pacar atau tunangan). Padahal, bisa apa mereka...

Udah ah, udah agak emosi...

Mengakui Dosa

Kadang seorang lebih suka membela dirinya ketika dia melakukan kesalahan yang jelas-jelas salah. Kadang seorang bertanya kepada ustadz atau alim ulama untuk memperoleh pengesahan atau permakluman atas kesalahan yang dia perbuat.

Padahal, lebih baik seorang mengakui kesalahan yang diperbuatnya, baik sengaja ataupun tidak. Tentu bukan mengakuinya di hadapan orang-orang karena ini bukan hal yang baik dan membuat orang bersemangat melakukan hal yang sama. Dia harus mengakui bahwa dirinya melakukan suatu kesalahan dan berbuat sesuatu untuk memperbaiki diri dan melakukan sesuatu yang baik dan benar. Jangan malah bangga dengan kesalahan diri... Okeh?

Jomblo

Muncul satu pertanyaan...
Ternyata lebih banyak mereka yang siap menumpuk dosa daripada menumpuk pahala...
Lebih banyak yang siap pacaran daripada siap nikah...

Padahal...
Jadi jomblo itu not bad, bahkan kalo emang belum nikah ya...it is what we should be.
Status jomblo harusnya melekat sampai nanti menikah...
No pacaran...
No engagement selain nikah...

Walaupun di dunia ada 3 jenis jomblo.
Jomblo ikhlas
Jomblo terpaksa
Jomblo tertunda

Yang ikhlas, dia emang ikhlas menjalani kejombloannya karena mengharap ridho Allah dan tau banget pacaran itu dosa. Dia berusaha untuk nggak menarik atau tertarik lawan jenis sebelum dirinya siap untuk menikah walaupun kadang tergelincir suka (bukan jatuh cinta). Dia pun selalu menjaga pandangan, sehingga nantinya sang pasangan menjadi sosok yang sempurna...

Yang terpaksa, entah tau apa nggak pacaran itu dosa, yang jelas dia jadi jomblo karena belum nemu aja yang pas. Kalo udah menemukan tambatan hati, bakal pacaran juga. Kalopun nggak pacaran, HTS (HTS = hubungan tanpa status), TTM (teman tapi MasyaAllah...), intinya mah tidak berani berkomitmen (menikah).

Yang tertunda, dia jomblo karena targetnya bukan pacaran. Misalnya masih punya target selesai S1. Setelah lulus dan kerja, ada niatan untuk pacaran. Entah kepikiran nikah atau nggak... Walau selama targetnya belum tercapai dia nggak pacaran, tetep aja nggak menahan pandangan, seperti pemburu yang hunting pasangan yang sesuai dengan kemauan...

Yang mana kita wahai jomblo-jomblo?
Semoga kita termasuk yang ikhlas bersendirian (jomblo) dan nanti kita dapet yang terbaik... Amiin...

Banyak

Banyak yang pengen ana bilang sama orang-orang yang mau tauuu aja urusan orang...
Yang pengen tau rahasia orang...
Yang jelas-jelas nggak ada hubungannya dengan dirinya...

Di Indonesia ini, terlalu banyak sesuatu yang menjadi suatu budaya yang di belahan dunia lain, menjadi suatu yang kurang ajar.
Ana masih inget cerita tentang seorang Syaikh dari Arab marah gara-gara panitia kajian nanya “Bagaimana kabar istri Anda?”
Atau orang Indonesia yang biasa kalo nanya, “Anda mau kemana?” Padahal mau kemana itu orang, nggak ada hubungannya sama yang nanya...

Atau yang paling sering dialami anak-anak, kebanyakan sang ortu nggak bisa tahan untuk nggak ngomongin kejelekan anaknya sama orang lain...
Ortu kadang nggak bisa jaga rahasia anaknya...
Walau cuma sekedar nilai kecil, nggak mau kerja (padahal waktu kecil, tiap mau bantu ortu disuruh diem ^n^)... masya Allah...

Kapan ya... Kita bisa sibuk dengan urusan diri sendiri terlebih dahulu?

Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik yang tidak repot mengorek-ngorek rahasia orang lain, mungkin aib atau amal baik yang ingin dia sembunyikan.

Mari kita sibuk memperhatikan amalan kita...

Lagi Suka

Ana lagi suka sama strawberry...
Baru sadar...
Dari dulu udah suka, tapi paling nggak suka es krim vanila yang pake strawberry jam (selai stoberi). Kalo es krim strawberry suka...

Nggak penting banget...

Waktu itu lagi suka mawar (rose) karena bentuknya berlapis-lapis. Not about the colour... Wanginya juga nggak tau, nggak punya pohonnya. Bentuknya lucu...

Pernah lihat TV. Kalo suami kasih hadiah sama istrinya, suka ngasih mawar. Padahal, kenapa nggak kasih bibit mawar aja? Ntar biar dirawat istrinya, biar tumbuh jadi banyak trus jadi punya pohon mawar... Cerdas kan?

Kembali ke strawberry, jadi pengen punya kebun strawberry. Kabita ku urang Bandung euy... Buanyak buanget kebun strawberry di Bandung.

Konsekuen

Konsekuen erat kaitannya dengan sikap seseorang terhadap keputusan yang ia ambil. Dalam pengambilan keputusan, ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah berat dan ringannya konsekuensi.

Bagi seorang Muslim, jelas konsekuensi terbesar baginya adalah menjadi seorang Muslim seutuhnya (kaffah), bukan setengah-setengah.

Saat seorang Muslim, seorang manusia biasa, mengambil keputusan yang salah (menyalahi syari’at), maka konsekuensi yang harus ia pikirkan adalah konsekuensi sebagai seorang Muslim dan dia harus bisa meninggalkan sesuatu yang salah. Jika seorang memang salah, maka konsekuensi yang harus ia ambil adalah kembali kepada kebenaran...
Konsekuensi bukan membiarkan diri terus menerus dalam kesalahan... Semoga Allah selalu menolong kita untuk selalu konsisten dan konsekuen (istilahnya, istiqomah).

Tuesday, July 03, 2007

Don’t Give Any Bad Name

I have ever seen a TV program that talk about they who can’t show their affection, they can’t show their love to people around them because in the childhood they have emotionally abused. Their parents never show their loves to their kids and only able to show their anger.

Then the children wondered, is there any love in this world? They just look for the answer until they are mature in age. And they’re become uncontrolled. Some of them becomes so active in show their love without knowing the right way. Other becomes so unsympathetic.

That’s why we can’t give any comments about someone. We may think that someone is so cold, harsh, cruel, or any bad names. But try to understand them. If it’s too hard to you, try to not giving them any bad name…

Sometimes people can’t choose what they are going to be…

I’m So Happy

I’m glad to know that many people love me even they are not express their affections. I learn something that love is unshaped.

That’s why if we love someone (I’m not talking about relationship between men and women in other way), we better show it. Love is unshaped; we have to try to wrap it with beautiful colorful papers.

Monday, July 02, 2007


It also beautiful berries.


Don't judge the berries form its outlook...
This cherries is so pretty and fresh. Is it artificial or original cherries? We never know it until we eat it.

Don't jugde a cherry from it's outlook...

Fresh 1

Buah ini dari situs webshots. IT's fresh, it's cool.
Look at the oranges. Is it sweet or not? We never know it. We just can see it is in good condition.

Don't judge an orange from its outlook... You never know what's inside...

Saturday, June 16, 2007

Maraji'

http://www.mail-archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01672.html

Notes:
Afwan ana baru dapat e-mail yang berisi wasiat tersebut dan itu untuk yang kedua kalinya. Berhubung ana tidak bisa menggunakan internet di rumah, maka ana edit sebisanya dulu dari sumbernya. Tolong jika ada yang bersedia, tolong dicopy tulisan itu dan harus disebarkan lagi karena ana pun tidak tahu kenapa masih ada yang menyebarkan wasiat ini!

Hanya Allah yang memberi taufiq dan pertolongan...

Wasiat Bohong dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah) Bagian 2

Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut adalah :
Pertama :Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :"karena dari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk agama Islam ", kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam telah berhenti setelah beliau wafat, sedangkan pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana mungkin hal itu bisa terjadi sepeninggal beliau?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui apa yang telah diwahyukan kepadaku,katakanlah, apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (QS. Al An'am, 50).
"Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan" (QS. An Naml, 65).
Dalam hadits shahih disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihiwa sallam bersabda :"Banyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku padahari kiamat nanti, maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku, mereka sahabat sahabatku, maka dikatakan kepadaku :sesungguhnyaengkau tidak tahu tentang apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka aku berkata sebagaimanahamba sholeh(Nabi Isa) berkata :" Dan aku menjadi saksi bagi mereka selama aku hidup bersama mereka,maka setelah Engkau telah mewafatkan aku, Engkaulahyang menjadi penguasa bagi mereka dan sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui atas segala sesuatu".

Kedua :Ungkapan yang mengatakan : "barang siapa yang menulisnya sedangkan ia orang fakir, maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akanmengampuninya serta kedua orang tuanya berkat wasiatini, … dan seterusnya", ini merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu,betapa ia tidak punya malu terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di atas tidak bisa dicapai hanya dengan menulis Al Qur'an, apalagi menulis wasiat ini yang jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa inihanyalah akan mengkaburkan manusia saja, sertamenjadikan mereka selalu bergantung kepada wasiat itu,sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan keutamaan yang dijanjikan, dengan meninggalkan tuntunan yang telah disyari'atkan Allah kepada hamba hambaNya, ia menjadikan wasiat itu sebagai sarana mencapai kekayaan, membayar hutang, dan ampunan Tuhan,k ita berlindung kepada Allah dari kehinaan, mengikutihawa nafsu dan syetan.

Ketiga :Isi kandungannya yang berbunyi :"Sedangkan barangsiapa yang tidakmenulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan akhirat".
Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyataatas kebatilan wasiat tersebut serta pengecutnya pendustanya, manaada orang yangberakal akan menerima perkataan itu, pembawa wasiatitu adalah seorang manusia yang hidup pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya, ia mendakwakan kebohongan atas diriRasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin dengan tiga jaminan di atas.
Maha Suci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar, bukti bukti dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan pendusta itu, betapa besar dosanya di sisiAllah, sebab kelancangannya benar-benar ia tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah banyak orang yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak hitam, di lain pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini,namun mereka masih juga tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam kefakirannya.
Maka marilah kita berlindung kepada Allah Subhanahu waTa'ala dari kecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat-sifat dan balasan-balasan di atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang orang yang menulis kitab suci AlQur'an, kitab yang paling mulia dan paling agung, bagaimana hal itu bisadicapai olehorang yang menulis wasiat bohong, wasiat yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam macam kekafiran.
MahaSuci Allah, alangkah sabarnya Dia (Allah) terhadap hamba hamba yang berbuat dusta atas-Nya.

Keempat :Isi wasiat ini berbunyi :"Barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, pasti akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah dia".
Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong, dengan kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai tipu dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka ia pantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan sesuatu yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya maka ia pasti dianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena dakwaannya tidak berdasar dalil.

Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong belaka, pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak di izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka apa apa yang tidak ada di dalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu sebelum datangnya pendusta ini.

Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan-kawan seagama, janganlah percaya terhadap dakwaan-dakwaan dusta seperti ini, jauhilah penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu disinari oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya, bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan, dan janganlah tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis telah bersumpah kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya ia sebagai penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong penghianat dan pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qur'an :
"Dan dia (syetan) bersumpah kepada keduanya (Adam danHawa),sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu sekalian " (QS. Al A'raf, 21).

Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta ini dan para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah bohong, mengingkari janji, dan menghiasi perkataan-perkataannya untuk membujuk dan menyesatkan.

Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin semua dari segala kejahatan syetan, fitnah orang-orang yang menyesatkan, penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah Subhanahuwa Ta'ala, mereka hendak membaurkan agama danmemadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka danmengkaburkan agamaNya bagi umat manusia, tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong agama-Nya, walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan pengikutnya maupun orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.

Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya kemungkaran-kemungkaran adalah realitas, dan Al Qur'an dan hadits pun telah memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya (Al Qur'an dan Hadits) terdapat hidayah dan kecukupan.
Mari kita memohon kepada Allah, agar berkenan memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi karunia kepada mereka untuk tetap mengikuti yang haq dan tetap konsisten dalam menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat, Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.
Adapun yang telah disebutkan tentang tanda-tanda hari kiamat, maka hal itu sudah dijelaskan oleh hadits-hadits shahih, selain juga Al Qur'an telah menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia dapat mendapatkannya pada bab-bab tertentu dalam buku buku hadits serta karangan-karangan para ahli ilmu dan iman.

Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itutidak diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampuradukan antara yang haq dan yang batil, cukup Allahlah sebagai penolong kita, Dia sebaik baik pelindung, takada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali di tangan Allah.

Dikutip dari Tulisan Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz, Mufti Saudi Arabia. Penerbit Departemen Agama Saudi Arabia. Edisi Indonesia "Waspada terhadap Bid'ah".

Wasiat Bohong dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah) Bagian 1

Penulis
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah(Mantan Mufti Kerajaan Saudi Arabia & Ketua LajnahDa'imah Lil Buhuts wal ifta KSA)

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepadasiapa saja diantara orang-orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka dengan agama Islam, dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para pendusta yang bohong dan tengik.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Amma ba'du :Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi, dengan judul :

"Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi "

Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum'at aku pernah tidak tidur, membaca Al Qur'an, dan setelah membaca Asma'ul Husna aku bersiap siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam yang telah membawa ayat ayat Al Qur'an dan hukum hukum yang mulia, kemudian beliau berkata : wahai Syaikh Akhmad, aku menjawab : ya, ya Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah,beliau berkata kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar seratusenam puluh ribu jiwa (160 000) dengan tidak memeluk agama Islam .

Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan berkata : "maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah MahaPerkasa", selanjutnya beliau menyebutkan sebagiantanda tanda hari kiamat dan berkata :" wahai Syaikh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada mereka, sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara kenegara lain, dari suatu tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan barang siapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya syafaatku di hari kiamat nanti,barang siapa yang menulisnya sedangkan ia fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua orang tuanya,berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat".

Kemudian beliau melanjutkan :" Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam, barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia".
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umatmanusia secara terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.

Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif, diantaranya pendusta itu mengatakanbahwa ia (Syaikh Ahmad) melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia melihatnya ketika berjaga (tidak dalam mimpi), ia juga telah mendakwakan (dalam wasiat itu) berbagai halyang jelas jelas bohong dan bathil, dan kami akan terangkan nanti Insya Allah.

Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang-terangan, ketika kami membaca selebaran terahir ini, kamiragu-ragu menulisnya, karena jelas kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga sebelumnya hal itu bisa laku di kalangan orang-orang berakal sehat, bahkan banyak dari kawan kami yangmemberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.

Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan ketidakbenaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sehingga takseorangpun dapat tertipu olehnya.

Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telahmenanyakan kepada keluarga dekat Syaikh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya, tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan pembohongan terhadap SyaikhAhmad Rahimahullah, sebab beliau belum pernah mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya Syaikh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat daripadanya mendakwakanbahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga, kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan di bawah ini.

Diantaranya :
Pertama : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihatRasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau beliau menghadiri peringatan maulid atau yang lainnya, maka betul-betul ia telah berbuat salah dan menyeleweng, karenasesungguhnya mayat itu akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat" (QS. Al Mu'minun, 15-16).
Dengan demikian berarti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti sekarang ini, barang siapa yang menyalahi ituberarti ia jelas pembohong dan penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh ulama salaf, para sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan para pengikut mereka dengansebaik-baiknya.

Kedua : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan mengatakan sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik di masa hidupnya maupun sesudah wafatnya, dan wasiat di atas tadibenar-benar telah menyalahi syariatnya secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dapat dilihat dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia betul-betul melihatnya, karena syetan tidak bisameyerupai wajah beliau, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya, keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ?Apakah ia melihat wajah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam atau yang lainnya ? Jika ada hadits disabdakan oleh

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam di masa hidupnya diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat hafalannya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan dengan riwayat paraperowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan, maka yang pertama dimansukh (dihapus masa berlakunya) oleh yang kedua, dan tidakboleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya danlebih rendah tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz (bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak bisa diamalkan.

Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia telah menukil dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, tidak diketahui keadilan dan amanatnya ? Benar-benarwasiat ini harus ditinggalkan dan tidak perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang menunjukkankebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh Allah, sedangkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallampernah bersabda : "Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal (yang dinisbatkan kepada saya) yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki tempatnya dari apineraka".

Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan pada dirinya sendiri, bagaimana ia akanbebas dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat-cepat bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa ia telahmendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali denganmengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada jalan yang lurus.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, berupa keterangan keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam AlKitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat(pula)oleh semua (makhluk)yang dapat melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebaikan), maka terhadap merekalah Aku (Allah) menerima taubatnya danAkulah penerima taubat lagi MahaPenyayang" (QS. Al Baqarah, 159-160).

Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskankebenaran tersebut, Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan ni'mat-Nya kepada mereka dengan mengutus Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan wahyu yangditurunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya :"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nu'matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu" (QS. Al Maidah, 3).

Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yangmenolak syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur'an, yang mana jika seseorang tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu,ia telah berani berbuat bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur'an yang mulia dan mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, tidak akan mendapatkankeutamaan seperti itu jika ia tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke negara yang lain.

Barang siapa yang tidak menulis Al Qur'an dan tidak mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya syafaat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, jika iabenar-benar mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja sudah menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas, kecerobohan, kebodohan, danjauhnya dariajaran Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal-hal yang menunjukkan ketidakbenaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah seribu kali atau lebih atas kebenarannya.

Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka tetap ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar, bahkansaya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalaudinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, semoga Allah membuat hina orang orang yang menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, dan menyiksanya sesuai denganperbuatannya.

Da’wah pada Diri Sendiri dan Keluarga

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

O ye who believe! save yourselves and your families from a Fire whose fuel is Men and Stones, over which are (appointed) angels stern (and) severe, who flinch not (from executing) the Commands they receive from Allah, but do (precisely) what they are commanded.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Semoga apa yang ana usahakan bermanfaat bagi antum wa antunna...