Saturday, September 08, 2007

Berpikirlah Kawan…

Kadang ana bingung walau ana tau ana nggak perlu bingung. Mungkin ini bukan tulisan yang pertama, tapi mungkin juga yang pertama...

Hai kawan yang memilih jalan haroki sebagai jalan hidup, apa yang antum cari? Apa yang antum tuju? Apakah kami salafiyyun menjadi penghalang tujuan kalian?

Wahai kawan yang memilih jalan haroki sebagai jalan hidup, tahukan kalian apa esensi dakwah kami salafiyyun? Tauhid, ‘aqidah, dan apa-apa yang harus diketahui oleh seorang Muslim. Kami tidak memilih-milih berdasarkan ego kami, tapi inilah yang Rasul perintahkan untuk kami sampaikan... Mengapa kalian menghalangi jalan dakwah kami? Bukankan tujuan kalian dan kami sama?!

Kawan, darimana kalian tahu dakwah kami keras? Darimana kalian tahu cara dakwah kami berbeda? Sedangkan belum apa-apa kalian sudah memperingatkan orang awam, hati-hati dengan kami.

Masya Allah, ana tidak bisa mengerti... Mengapa ketika kami ingin memberitahu yang benar kepada awam, justru kami dikatai keras? Apakah kalian sudah introspeksi? Masya Allah...

Ana hanya ingin antum yang merasa seperti demikian, berpikir...

Kami ingin berdakwah tanpa diganggu. Ana tahu bahwa sunnatullah, jika ada yang menyeru kepada jalan kebenaran maka akan ada yang menghalangi. Tapi sungguh ana tidak mengira bahwa perhalang itu datang dari antum, yang pernah menjadi orang-orang yang ana sayangi...

Masya Allah... Ana khawatir kalian menjadi penghalang manusia dalam bertauhid... Ana khawatir... Wa illahiyuttaufiq...

Monday, September 03, 2007

Family and Consumer Sciences

Inilah departemen ana sekarang... Alhamdulillah, ternyata departemen yang umurnya baru 2 tahun ini di BoAgUn (Hehehe...) udah jadi barang lama di negara-negara maju.

Tapi ternyata, belajarnya nggak seasik kedengerannya... Emang sih umumnya ngurusin keluarga dan konsumen. Bahkan hari ini (Senin, 3 September) ana belajar berbagai cara untuk menemukan pasangan hidup dan metode comblang diakui sebagai salah satu metode yang efektif dan efisien... Hehehe... Tapi perlu keimanan dan ketaqwaan untuk menjalankan proses ini...

Doain aja ya ana bisa survive dan cepet lulus...

Ada yang kurang sreg dari departemen ini, terutama mata kuliah psikologi anak dan PEK (pengantar ekologi keluarga). Kalo PEK, ana nggak ngerti aja makanya nggak suka (Hoohoo...) Kalo psikologi anak karena ana paling nggak mau belajar sesuatu yang basicnya filsafat... (Filsafat = feeling saja [bisa] fatal -> karena manusia hidup harus pake petunjuk...)

Udah segini dulu

Tuesday, August 21, 2007

Maaf, Kita Belum Bisa Temenan

Welcome to my blog... Let’s check out the list of 6 personalities those I’m not able yet to make a friend with. In Indonesia aja ya...

1. Gila hormat: Siapa juga yang mau temenan sama orang gila... Selama situ hormati ana, Insya Allah ana juga menghormati situ...
2. Tukang boong: Boong itu dosa... Nyakitin... Nyebelin... Apa sih susahnya jujur?
3. Gengsian: Makan tu gengsi... Bikin hidup susah aja...
4. Gak Tau Malu: Maaf, lagi belajar untuk tau malu... Kalo ana temenan sama situ sama-sama gak ada progress dong...
5. Nggak percayaan: Silakan berteman dengan diri anda sendiri...
6. Curigaan: Bikin cape karena mau baik mau jahat sama aja dicurigain. Cape deh...

Hehe... Maap kalo ada yang kesindir. Itu mah bukan buat nyindir siapa-siapa. Lagian rata-rata orang juga nggak mau temenan sama orang kayak gini, apalagi semua berkumpul jadi 1 (orang gila hormat tapi tukang boong. Udah gitu gengsian, gak tau malu, nggak percayaan, curigaan, idup lagi ^o^)

Ana juga nulis ini untuk mengingatkan ana supaya nggak jadi seperti itu... Tanpa menafikan adanya kekurangan pada setiap orang...

Ayo kita semangat memperbaiki diri agar sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah 'ala fahmi salaf.

Saturday, August 18, 2007

Memperbaiki Kesalahan Tanpa Kesalahan

Kayak motto PEGADAIAN aja... Tapi nggak ada hubungannya koq, ini cuma sedikit curhatan dari masa lalu yang mungkin sampe sekarang masih terjadi, tapi alhamdulillah intensitasnya berkurang, secara temennya juga lebih baik ^u^

Waktu dulu baru mengenal Islam, wuiih, semangat banget dah! Kagak mau ngomong sama ikhwan, galak abis sama orang-orang, pengen pergi perang ke timur tengah, eh...tiba-tiba ditegur sama temen seliqo (dulu ana pernah liqo, tapi alhamdulillah sekarang udah bebas!) di depan temen yang lain... Seger banget dah!

Atau kalo lagi sensi (emang dasarnya sensi), trus lagi PMS, padahal sama-sama akhwat, tapi kalo ngingetin masya Allah, kayaknya demen banget nemuin kesalahan diri ana.

Saat itu, sebel banget ni hati! Gondok banget! Perasaan ni orang-orang ngingetin apa ngejatohin?! Yang nasehatin supaya nggak sensi nyatanya lebih sensi dari ana. Ada juga yang nasehatin jangan terlalu jaga hijab sama ikhwan (hah?! Annneeeh!)

Dari sini, ana cuma pengen nitip pesen, terutama buat ana sendiri dan umumnya buat yang baca blog ini.

Kalo ada temen kita berbuat salah, wong ya dilihat sebagai suatu ketergelinciran, bukan kesengajaan. Orang waras pasti akan nolongin orang yang tergelincir kan, bukan orang yang dianggap menjatuhkan diri sendiri...

Kalo seorang temen melakukan kesalahan, tinjau lagi apa bener dia salah apa cuma nggak sesuai dengan standar ideal temen untuk kita? Apakah justru kita yang ingin temen kita jadi apa yang kita mau? Apakah kesalahannya juga menyalahi Al Qur’an dan As Sunnah? Kalo nggak, lebih baik dilihat dulu adakah dari diri teman kita itu yang lebih penting, kesalahan yang lebih besar (yaitu dosa-dosa besar seperti syirik dan sebagainya) yang masih dia perbuat?

Temen sejati harusnya nggak membiarkan temennya tergelincir terus menerus, tapi juga tidak menjadikan seorang teman sebuah objek yang harus menjadi seperti apa yang dia kehendaki.

Upset and Setup

Upset and setup…
They are so different…
“Upset” shows the feeling when something we expected is not happened. It doesn’t in the same with something unexpected happen…
“Setup” is a system that makes something happens properly.

There is no direct connection between setup and upset. But sometimes when we feel upset, we don’t want to use the proper setup to done something correctly.

If we are really mature, madness to something won’t make us mad with everything around us. We won’t look for something to blame. Though we are blaming someone or something, we will more attract to looking for the solver.

About Heaven

When I think about heaven…
It’s about the possibilities…
The people I love are not with me…
Or I’m not with people that I love…
Or I’m with them together in the heaven ^u^

But I believe there is no sadness in heaven…

Am I belonging in heaven? It’s not a good question… It shouldn’t be question, but it should be motivation.

In the ever after life, the end of the long road only two and they are heaven or hell. Of course I never want to go to the hell.

I’ve read the article about the beauty of heaven, it can’t be imagine by our minds. Its beauty never been seen by our eyes, never been heard by our ears, and never been touched by our hands…

I wonder why there are many people want to go to heaven but never want to learn how to go there. They don’t want to learn about Islam in the right theory and practice it in daily life. They have hundreds of reason to not going learn Islam. Even they want to, they looking for the speakers those can make them happy, justify their faults, and excuse the continuous faults their make…

Dear, heaven decorate with unlovely things…

Question from My Friend

It’s a Saturday morning in my high school mosque. I and my friend talk in English because we think our ability wasn’t great. We talk about so many things. But there is one thing I really remember.

She asked me, why did the women in Saudi can’t go without their man? Why did it really unsafe for women to walk alone without the man, their husband or their father or their brother or their uncle, beside them?

But in Indonesia, we are safe to walk alone to the campus in other town and we are safe to walk alone even without important goal, etc. As she know (and me too), Islamic condition is far better there in Saudi than in Indonesia.

I didn’t know the answer. I think it’s about the different culture. But I think, there are too many things to be concluded into one conclusion.

However, I think the men in Saudi and the men in Indonesia still the same, they love women. As we know too, the women still beautiful everywhere.

Dear, friend. You know who you are. Here’s my answer for you. I hope you love my answer.

In Saudi, to “attract” the men, Saudi’s women only have to go out without their man. They go with fully veiled even on their face; they don’t need to show what are forbidden to show.

But in Indonesia, to “attract” the men, women have to show a half of those are forbidden to show. Minimum, they show their hair. The men weren’t attracted anymore to the women with tidy closed cloth. They have to see more to be attracted… At least they have to see beautiful face though they love women with veil on their head.



It’s not a generalization for all men and women in Indonesia. It’s globally happen to every men and women.

What you see is what you want. Remember that. So, be careful when you looking at something…

Wednesday, August 08, 2007


It's a hope, it's a wish...
Bigger than any wishes...
Semua Muslim akan merindukan bulan Ramadhan...
Dan selalu berharap, semoga bukan ramadhan yang terakhir...

Pengen Nolong Malah...

Udah nalurinya manusia buat saling nolong...
Udah nalurinya manusia untuk minta tolong dan pengen ditolongin kalo lagi susah...
Lagian, Allah juga memerintahkan untuk saling tolong menolong...

Terinspirasi dari SMS seorang sahabat yang bingung balas budi sama ikhwan yang nolong dia untuk kenal manhaj salaf...
Ceritanya mirip sama ana... Bedanya, ana ditolong hampir 5 ikhwan, bahkan lebih untuk kenal manhaj salaf. Sayangnya, tidak termasuk kakak ana yang malah pilih jalan lain...

Beruntungnya (kata ana mah ini keberuntungan ^-^), temen ana ini ikhwannya udah siap nikah, tapi temen ananya yang malah belum siap...
Hehehe... Cuma itu cerita yang nggak sama dan terbalik dengan ana...
Ngerti kan...?

Dulu pun ana pusing bales budi gimana... Kalo sama satu orang, yang lain salah paham. Dan itulah yang sepertinya terjadi...

Di sini, kalo ada yang baca, kalopun nggak bukan masalah buat ana... Hanya ingin meluruskan salah paham... Kalo ada...

Makasih udah nolongin ana mengenal manhaj salaf, semoga kalian dapet apa yang lebih berharga dari unta merah... Maap kalo ada yang salah paham. Kalo kalian pernah ada yang merasa ana lebih perhatian sama yang lain, ana hanya merasa kalian udah punya orang lain yang nolong kalian. Kalian sama aja buat ana.

Semoga Allah memberi kalian yang terbaik... Karena ana nggak tau cara balas budi yang bener kecuali lewat 1 jalan tapi kayaknya belum ada yang siap tuh... ^o^

A Little Bit Disappointed

I’m a little bit disappointed with some of my own family…
I know I’d better not talk about it in the internet, but I still can’t forgive them…
I may forgive everything, except one…
They interrupted me on my praying…

They know I was stood on my praying. But they kept on made jokes. They laughed and that really makes me annoyed…
I may forgive every fault, though I may now say it and then forget it, but not with disturbing my praying…

Help me to forgive them, because I don’t want to…

Kadang Desperado…

Kadang ana jadi desperate, agak putus asa... Bukan putus asa deh, tapi buntu aja pikiran...
Mau usaha apa ya biar bisa bantuin ortu...
Walau ortu masih mampu biayain anak-anaknya, tapi tetep aja pengen bisa bantuin walau sedikit...
Walau cuma untuk diri sendiri...

Sekarang masalahnya modal, tapi kalopun ada modal mau usahain apa?
Masak belum bisa... Bisa sih, tapi nggak jago bumbu...
Lay-out ini itu, desain grafis, tapi belom ada juga yang ngasih kerjaan...
Mau jualan, jualan apa... Mau jualan buku, temen udah ada yang jual buku...
Jual minyak wangi, takut ntar dipake keluar rumah sama temen perempuan...
Mau jualan sembako, nggak minat...
Jualan pulsa? Nggak deh...
Pusiiiiing...

It’s true...
Mulai sesuatu adalah setengah dari pekerjaan...
Dan mulai berusaha adalah setengah dari punya usaha...
Huaaaaaa...

Still...

Still, I have a dream to be someone, the important one, but I prefer to be the good one, so everyone needs me…
Still, I want to be a good one, but I may do something wrong, I need other to remind me when I do wrong…
Still, I can’t accept what people talk about me sometimes, but I’m just a human and I keep thinking what people say to me, though I’m not show it…
Still, I want to be love and I want to feel love, but this life has been too verbally for me, so I can’t feel it until others declare it…
Still, I want to forgive everyone who faults me, but I’ll try to forgive my faults too…
Still, I really hope that my faults have been forgiven, but I’ll try to introspect myself…
Still, I want to ask one thing…

Man dzalladzii maa saa a qath?
Wa man lahu, lahul husna faqath?

Don’t see my faults from the magnifier lens (kaca pembesar bahasa Inggrisnya apa ya??)

Tuesday, July 24, 2007

It’s Delay

Cita-cita yang ditunda...
Yah, itulah cita-cita ana untuk menikah...
Dulu ana menginginkan seorang yang tetap mengizinkan ana untuk kuliah sampai selesai S1...
Tapi kalo dipikir lagi, kasian...
Biaya kuliah kan nggak sedikit...
Belum pengeluaran tak terduga...
Yang terduga aja belum tentu murah...
Belum lagi kalo ntar setelah nikah langsung punya anak...
Mana tega ninggalin anak di rumah sama orang lain...

Jadi...
It’s delay...

Tapi ntar syaratnya bakal dinaikin (Hehehe...)

Allahuma’ jurni fii mushiibati...

Doa yang ana sering minta sama Allah...

Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun
Allahuma’ jurni fii mushiibati, wa akhlifli khairu min ha...

Alhamdulillah...

Allah memberi jawaban selalu tepat waktu
Bahkan terlalu indah...
Ketika ana kehilangan beberapa teman karena perbedaan pendapat (tepatnya, beda manhaj) dan mereka tidak mau menerima ana lagi...
Walau sudah mencoba dengan berbagai cara yang halus...
Allah memberi ganti kawan-kawan yang lebih baik...
Lebih jujur...
Dan terasa ringan berteman dengan mereka...

Walau pernah ribut...
Pernah berantem...
Tapi persaudaraan yang ikhlas, tidak menjadikan ana membenci mereka...
Bukankah watak seorang sulit diubah?
Ana mencoba mengerti dan minimal maklum dengan watak yang beragam...
Asal watak itu ditunjukkan dengan sejujurnya
Tidak dibuat-buat...

Allahu akbar...

My Answers are Questions

Why do you choose to be different with us?
Why do I have to be the same with you?

Why do you avoid us?
Why don’t you make a friend with me?

What makes you hates politic?
Do I have to love it?

How can you sit for hours, listen to the ustadz without talking at all?
How can you lay your body on your bed and listen to the music that gives you nothing and you do nothing?

Why do you give me answers like these?
Why do you ask many things you don’t need to know?

(hehehe...)

What’s Wrong With Kaderisasi?

Ini adalah suatu pertanyaan yang belum bisa ana jawab ketika seorang ukhti bertanya pada ana...
Tapi ini menyadarkan ana bahwa...
Terlalu banyak yang salah dengan kaderisasi...
Tepatnya kaderisasi suatu partai politik...

Ana hanya menjawab, keikhlasan adalah masalah utamanya...
Bisakah kita ikhlas ketika tujuan kita adalah membangun pemerintahan yang Islami (Islamnya siapa tuh?!)?
Apakah kita harus lupa dan tidak bersabar dengan pemimpin kita yang sama-sama Muslim?
Mengapa kita tidak menasehati mereka baik-baik?
Mereka kan bukan kafir!
Mereka masih sholat koq!

Lagian...
Politik siapa yang dipake?
Politik barat kan?
Gimana sih, sistem yang mau diterapkan itu sistem Islam, tapi koq pakenya cara demokrasi?
Emang demokrasi datang dari Islam?
Ketika semua ditentukan oleh banyak suara...

Ana nggak mau nyolot, cuma emang agak bebas banget setelah tau bener-bener dari seorang teman yang tanya langsung dari seorang kakak kelas...
Ternyata...
Selama ini...
Ana dijadikan komoditas politik...
Without asked any permission from me...
Like a trap...

It’s almost 1500 years after Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam passed away…
And what we know now about Islam, it might be less than 1/10 of what we should know…
Someone told me, 1500 years ago, you’ll be insecure...
But now, only doing 1/10, we’ll safe...
And we’ll never know how much the 1/10 if we never learn more about Islam,
And being busy with politics…

Allahu A’lam Bish Shawwab…

Curhat Khusus Akhwat

Suatu hari ana ditanya sama seorang akhwat tentang ta’aruf ana yang gagal. Ternyata, akhwat ini mau curhat. Dia lagi agak gimanaaa gitu sama ikhwan secara umum tapi nggak seluruhnya.

Dia kayak yang sebel sama ikhwan yang membatalkan ta’aruf gara-gara akhwatnya punya kekurangan secara fisik. Dia heran, apakah sebegitu besar peranan nazhor sampai bisa menghapuskan kelebihan yang banyak pada seorang akhwat hanya karena fisik yang mungkin kurang menarik (menurut calon pelamar).

Ana agak tersindir... Jujur aja, ana emang pengen calon ana nanti lebih tinggi dari ana. Tapi kalo orangnya sholih, dan memenuhi syarat yang lebih penting, I won’t care about the height or other physical type. Toh, seorang anak butuh bapak yang sholih dan bertanggung jawab daripada bapak yang ganteng dan fisiknya bagus tapi menye-menye... (Menyebalkan, menyesatkan, menyakiti hati mulu...)

Tapi yah, pikiran orang kan beda-beda. Itulah kenapa ada 4 pilihan buat ikhwan, cantiknya, keturunannya, hartanya, atau agamanya... Pilih yang mana, tanggung resikonya...

Ada kata-kata bagus, kecantikan tidak akan menghalangi takdir... ^u^

Semoga para akhwat yang merasa dirinya nggak cantik dan pernah gagal ta’aruf, nggak putus asa. Insya Allah, masih ada ikhwan yang tidak terlalu mementingkan fisik. Rawatlah kecatikan kita dari dalam, dengan menjaga aqidah kita. Insya Allah, Allah akan memberi yang terbaik.

Lagu-lagu Nggak (Ada yang) Bener

Jujur aja...
Di rumah masih ada TV...
Masih terdengar musik...
Maklum...
Bukan rumah sendiri...

Banyak lagu, katanya sih lagu cinta. Liriknya, masya Allah, banyak sekali yang mengandung kemusyrikan. Misalnya,

“Kaulah segalanya untukku...”

“Pujaanku, surga jiwaku, izinkanku mencintaimu...”

“Akan kulakukan semua untukmu, akan kuberikan seluruh cintaku...”

Udah ah, ntar ana yang rusak gara-gara inget lirik-lirik ini... Betapa cinta yang salah kaprah bisa bikin orang jaaaauuuuh dari Allah. Bahkan dengan naifnya mereka berkata “Ini kan hanya lirik lagu. Nggak harus mikir kejauhan...”

Masya Allah...

Di film, banyak sekali orang yang mau mati berharap didampingi sang kekasih (maksudnya pacar atau tunangan). Padahal, bisa apa mereka...

Udah ah, udah agak emosi...

Mengakui Dosa

Kadang seorang lebih suka membela dirinya ketika dia melakukan kesalahan yang jelas-jelas salah. Kadang seorang bertanya kepada ustadz atau alim ulama untuk memperoleh pengesahan atau permakluman atas kesalahan yang dia perbuat.

Padahal, lebih baik seorang mengakui kesalahan yang diperbuatnya, baik sengaja ataupun tidak. Tentu bukan mengakuinya di hadapan orang-orang karena ini bukan hal yang baik dan membuat orang bersemangat melakukan hal yang sama. Dia harus mengakui bahwa dirinya melakukan suatu kesalahan dan berbuat sesuatu untuk memperbaiki diri dan melakukan sesuatu yang baik dan benar. Jangan malah bangga dengan kesalahan diri... Okeh?

Jomblo

Muncul satu pertanyaan...
Ternyata lebih banyak mereka yang siap menumpuk dosa daripada menumpuk pahala...
Lebih banyak yang siap pacaran daripada siap nikah...

Padahal...
Jadi jomblo itu not bad, bahkan kalo emang belum nikah ya...it is what we should be.
Status jomblo harusnya melekat sampai nanti menikah...
No pacaran...
No engagement selain nikah...

Walaupun di dunia ada 3 jenis jomblo.
Jomblo ikhlas
Jomblo terpaksa
Jomblo tertunda

Yang ikhlas, dia emang ikhlas menjalani kejombloannya karena mengharap ridho Allah dan tau banget pacaran itu dosa. Dia berusaha untuk nggak menarik atau tertarik lawan jenis sebelum dirinya siap untuk menikah walaupun kadang tergelincir suka (bukan jatuh cinta). Dia pun selalu menjaga pandangan, sehingga nantinya sang pasangan menjadi sosok yang sempurna...

Yang terpaksa, entah tau apa nggak pacaran itu dosa, yang jelas dia jadi jomblo karena belum nemu aja yang pas. Kalo udah menemukan tambatan hati, bakal pacaran juga. Kalopun nggak pacaran, HTS (HTS = hubungan tanpa status), TTM (teman tapi MasyaAllah...), intinya mah tidak berani berkomitmen (menikah).

Yang tertunda, dia jomblo karena targetnya bukan pacaran. Misalnya masih punya target selesai S1. Setelah lulus dan kerja, ada niatan untuk pacaran. Entah kepikiran nikah atau nggak... Walau selama targetnya belum tercapai dia nggak pacaran, tetep aja nggak menahan pandangan, seperti pemburu yang hunting pasangan yang sesuai dengan kemauan...

Yang mana kita wahai jomblo-jomblo?
Semoga kita termasuk yang ikhlas bersendirian (jomblo) dan nanti kita dapet yang terbaik... Amiin...

Banyak

Banyak yang pengen ana bilang sama orang-orang yang mau tauuu aja urusan orang...
Yang pengen tau rahasia orang...
Yang jelas-jelas nggak ada hubungannya dengan dirinya...

Di Indonesia ini, terlalu banyak sesuatu yang menjadi suatu budaya yang di belahan dunia lain, menjadi suatu yang kurang ajar.
Ana masih inget cerita tentang seorang Syaikh dari Arab marah gara-gara panitia kajian nanya “Bagaimana kabar istri Anda?”
Atau orang Indonesia yang biasa kalo nanya, “Anda mau kemana?” Padahal mau kemana itu orang, nggak ada hubungannya sama yang nanya...

Atau yang paling sering dialami anak-anak, kebanyakan sang ortu nggak bisa tahan untuk nggak ngomongin kejelekan anaknya sama orang lain...
Ortu kadang nggak bisa jaga rahasia anaknya...
Walau cuma sekedar nilai kecil, nggak mau kerja (padahal waktu kecil, tiap mau bantu ortu disuruh diem ^n^)... masya Allah...

Kapan ya... Kita bisa sibuk dengan urusan diri sendiri terlebih dahulu?

Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik yang tidak repot mengorek-ngorek rahasia orang lain, mungkin aib atau amal baik yang ingin dia sembunyikan.

Mari kita sibuk memperhatikan amalan kita...

Lagi Suka

Ana lagi suka sama strawberry...
Baru sadar...
Dari dulu udah suka, tapi paling nggak suka es krim vanila yang pake strawberry jam (selai stoberi). Kalo es krim strawberry suka...

Nggak penting banget...

Waktu itu lagi suka mawar (rose) karena bentuknya berlapis-lapis. Not about the colour... Wanginya juga nggak tau, nggak punya pohonnya. Bentuknya lucu...

Pernah lihat TV. Kalo suami kasih hadiah sama istrinya, suka ngasih mawar. Padahal, kenapa nggak kasih bibit mawar aja? Ntar biar dirawat istrinya, biar tumbuh jadi banyak trus jadi punya pohon mawar... Cerdas kan?

Kembali ke strawberry, jadi pengen punya kebun strawberry. Kabita ku urang Bandung euy... Buanyak buanget kebun strawberry di Bandung.

Konsekuen

Konsekuen erat kaitannya dengan sikap seseorang terhadap keputusan yang ia ambil. Dalam pengambilan keputusan, ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah berat dan ringannya konsekuensi.

Bagi seorang Muslim, jelas konsekuensi terbesar baginya adalah menjadi seorang Muslim seutuhnya (kaffah), bukan setengah-setengah.

Saat seorang Muslim, seorang manusia biasa, mengambil keputusan yang salah (menyalahi syari’at), maka konsekuensi yang harus ia pikirkan adalah konsekuensi sebagai seorang Muslim dan dia harus bisa meninggalkan sesuatu yang salah. Jika seorang memang salah, maka konsekuensi yang harus ia ambil adalah kembali kepada kebenaran...
Konsekuensi bukan membiarkan diri terus menerus dalam kesalahan... Semoga Allah selalu menolong kita untuk selalu konsisten dan konsekuen (istilahnya, istiqomah).

Tuesday, July 03, 2007

Don’t Give Any Bad Name

I have ever seen a TV program that talk about they who can’t show their affection, they can’t show their love to people around them because in the childhood they have emotionally abused. Their parents never show their loves to their kids and only able to show their anger.

Then the children wondered, is there any love in this world? They just look for the answer until they are mature in age. And they’re become uncontrolled. Some of them becomes so active in show their love without knowing the right way. Other becomes so unsympathetic.

That’s why we can’t give any comments about someone. We may think that someone is so cold, harsh, cruel, or any bad names. But try to understand them. If it’s too hard to you, try to not giving them any bad name…

Sometimes people can’t choose what they are going to be…

I’m So Happy

I’m glad to know that many people love me even they are not express their affections. I learn something that love is unshaped.

That’s why if we love someone (I’m not talking about relationship between men and women in other way), we better show it. Love is unshaped; we have to try to wrap it with beautiful colorful papers.

Monday, July 02, 2007


It also beautiful berries.


Don't judge the berries form its outlook...
This cherries is so pretty and fresh. Is it artificial or original cherries? We never know it until we eat it.

Don't jugde a cherry from it's outlook...

Fresh 1

Buah ini dari situs webshots. IT's fresh, it's cool.
Look at the oranges. Is it sweet or not? We never know it. We just can see it is in good condition.

Don't judge an orange from its outlook... You never know what's inside...

Saturday, June 16, 2007

Maraji'

http://www.mail-archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01672.html

Notes:
Afwan ana baru dapat e-mail yang berisi wasiat tersebut dan itu untuk yang kedua kalinya. Berhubung ana tidak bisa menggunakan internet di rumah, maka ana edit sebisanya dulu dari sumbernya. Tolong jika ada yang bersedia, tolong dicopy tulisan itu dan harus disebarkan lagi karena ana pun tidak tahu kenapa masih ada yang menyebarkan wasiat ini!

Hanya Allah yang memberi taufiq dan pertolongan...

Wasiat Bohong dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah) Bagian 2

Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut adalah :
Pertama :Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :"karena dari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk agama Islam ", kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam telah berhenti setelah beliau wafat, sedangkan pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana mungkin hal itu bisa terjadi sepeninggal beliau?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui apa yang telah diwahyukan kepadaku,katakanlah, apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (QS. Al An'am, 50).
"Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan" (QS. An Naml, 65).
Dalam hadits shahih disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihiwa sallam bersabda :"Banyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku padahari kiamat nanti, maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku, mereka sahabat sahabatku, maka dikatakan kepadaku :sesungguhnyaengkau tidak tahu tentang apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka aku berkata sebagaimanahamba sholeh(Nabi Isa) berkata :" Dan aku menjadi saksi bagi mereka selama aku hidup bersama mereka,maka setelah Engkau telah mewafatkan aku, Engkaulahyang menjadi penguasa bagi mereka dan sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui atas segala sesuatu".

Kedua :Ungkapan yang mengatakan : "barang siapa yang menulisnya sedangkan ia orang fakir, maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akanmengampuninya serta kedua orang tuanya berkat wasiatini, … dan seterusnya", ini merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu,betapa ia tidak punya malu terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di atas tidak bisa dicapai hanya dengan menulis Al Qur'an, apalagi menulis wasiat ini yang jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa inihanyalah akan mengkaburkan manusia saja, sertamenjadikan mereka selalu bergantung kepada wasiat itu,sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan keutamaan yang dijanjikan, dengan meninggalkan tuntunan yang telah disyari'atkan Allah kepada hamba hambaNya, ia menjadikan wasiat itu sebagai sarana mencapai kekayaan, membayar hutang, dan ampunan Tuhan,k ita berlindung kepada Allah dari kehinaan, mengikutihawa nafsu dan syetan.

Ketiga :Isi kandungannya yang berbunyi :"Sedangkan barangsiapa yang tidakmenulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan akhirat".
Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyataatas kebatilan wasiat tersebut serta pengecutnya pendustanya, manaada orang yangberakal akan menerima perkataan itu, pembawa wasiatitu adalah seorang manusia yang hidup pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya, ia mendakwakan kebohongan atas diriRasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin dengan tiga jaminan di atas.
Maha Suci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar, bukti bukti dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan pendusta itu, betapa besar dosanya di sisiAllah, sebab kelancangannya benar-benar ia tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah banyak orang yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak hitam, di lain pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini,namun mereka masih juga tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam kefakirannya.
Maka marilah kita berlindung kepada Allah Subhanahu waTa'ala dari kecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat-sifat dan balasan-balasan di atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang orang yang menulis kitab suci AlQur'an, kitab yang paling mulia dan paling agung, bagaimana hal itu bisadicapai olehorang yang menulis wasiat bohong, wasiat yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam macam kekafiran.
MahaSuci Allah, alangkah sabarnya Dia (Allah) terhadap hamba hamba yang berbuat dusta atas-Nya.

Keempat :Isi wasiat ini berbunyi :"Barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, pasti akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah dia".
Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong, dengan kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai tipu dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka ia pantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan sesuatu yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya maka ia pasti dianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena dakwaannya tidak berdasar dalil.

Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong belaka, pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak di izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka apa apa yang tidak ada di dalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu sebelum datangnya pendusta ini.

Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan-kawan seagama, janganlah percaya terhadap dakwaan-dakwaan dusta seperti ini, jauhilah penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu disinari oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya, bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan, dan janganlah tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis telah bersumpah kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya ia sebagai penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong penghianat dan pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qur'an :
"Dan dia (syetan) bersumpah kepada keduanya (Adam danHawa),sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu sekalian " (QS. Al A'raf, 21).

Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta ini dan para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah bohong, mengingkari janji, dan menghiasi perkataan-perkataannya untuk membujuk dan menyesatkan.

Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin semua dari segala kejahatan syetan, fitnah orang-orang yang menyesatkan, penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah Subhanahuwa Ta'ala, mereka hendak membaurkan agama danmemadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka danmengkaburkan agamaNya bagi umat manusia, tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong agama-Nya, walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan pengikutnya maupun orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.

Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya kemungkaran-kemungkaran adalah realitas, dan Al Qur'an dan hadits pun telah memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya (Al Qur'an dan Hadits) terdapat hidayah dan kecukupan.
Mari kita memohon kepada Allah, agar berkenan memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi karunia kepada mereka untuk tetap mengikuti yang haq dan tetap konsisten dalam menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat, Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.
Adapun yang telah disebutkan tentang tanda-tanda hari kiamat, maka hal itu sudah dijelaskan oleh hadits-hadits shahih, selain juga Al Qur'an telah menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia dapat mendapatkannya pada bab-bab tertentu dalam buku buku hadits serta karangan-karangan para ahli ilmu dan iman.

Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itutidak diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampuradukan antara yang haq dan yang batil, cukup Allahlah sebagai penolong kita, Dia sebaik baik pelindung, takada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali di tangan Allah.

Dikutip dari Tulisan Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz, Mufti Saudi Arabia. Penerbit Departemen Agama Saudi Arabia. Edisi Indonesia "Waspada terhadap Bid'ah".

Wasiat Bohong dari 'Syaikh Ahmad' (Penjaga Kubur Rasulullah) Bagian 1

Penulis
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah(Mantan Mufti Kerajaan Saudi Arabia & Ketua LajnahDa'imah Lil Buhuts wal ifta KSA)

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepadasiapa saja diantara orang-orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka dengan agama Islam, dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para pendusta yang bohong dan tengik.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Amma ba'du :Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi, dengan judul :

"Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An Nabawi "

Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum'at aku pernah tidak tidur, membaca Al Qur'an, dan setelah membaca Asma'ul Husna aku bersiap siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam yang telah membawa ayat ayat Al Qur'an dan hukum hukum yang mulia, kemudian beliau berkata : wahai Syaikh Akhmad, aku menjawab : ya, ya Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah,beliau berkata kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar seratusenam puluh ribu jiwa (160 000) dengan tidak memeluk agama Islam .

Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan berkata : "maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah MahaPerkasa", selanjutnya beliau menyebutkan sebagiantanda tanda hari kiamat dan berkata :" wahai Syaikh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada mereka, sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara kenegara lain, dari suatu tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan barang siapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya syafaatku di hari kiamat nanti,barang siapa yang menulisnya sedangkan ia fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua orang tuanya,berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat".

Kemudian beliau melanjutkan :" Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam, barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia".
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umatmanusia secara terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.

Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif, diantaranya pendusta itu mengatakanbahwa ia (Syaikh Ahmad) melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia melihatnya ketika berjaga (tidak dalam mimpi), ia juga telah mendakwakan (dalam wasiat itu) berbagai halyang jelas jelas bohong dan bathil, dan kami akan terangkan nanti Insya Allah.

Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang-terangan, ketika kami membaca selebaran terahir ini, kamiragu-ragu menulisnya, karena jelas kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga sebelumnya hal itu bisa laku di kalangan orang-orang berakal sehat, bahkan banyak dari kawan kami yangmemberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.

Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan ketidakbenaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sehingga takseorangpun dapat tertipu olehnya.

Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telahmenanyakan kepada keluarga dekat Syaikh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya, tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan pembohongan terhadap SyaikhAhmad Rahimahullah, sebab beliau belum pernah mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya Syaikh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat daripadanya mendakwakanbahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga, kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan di bawah ini.

Diantaranya :
Pertama : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihatRasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau beliau menghadiri peringatan maulid atau yang lainnya, maka betul-betul ia telah berbuat salah dan menyeleweng, karenasesungguhnya mayat itu akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat" (QS. Al Mu'minun, 15-16).
Dengan demikian berarti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti sekarang ini, barang siapa yang menyalahi ituberarti ia jelas pembohong dan penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh ulama salaf, para sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan para pengikut mereka dengansebaik-baiknya.

Kedua : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan mengatakan sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik di masa hidupnya maupun sesudah wafatnya, dan wasiat di atas tadibenar-benar telah menyalahi syariatnya secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dapat dilihat dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia betul-betul melihatnya, karena syetan tidak bisameyerupai wajah beliau, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya, keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ?Apakah ia melihat wajah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam atau yang lainnya ? Jika ada hadits disabdakan oleh

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam di masa hidupnya diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat hafalannya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan dengan riwayat paraperowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan, maka yang pertama dimansukh (dihapus masa berlakunya) oleh yang kedua, dan tidakboleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya danlebih rendah tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz (bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak bisa diamalkan.

Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia telah menukil dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, tidak diketahui keadilan dan amanatnya ? Benar-benarwasiat ini harus ditinggalkan dan tidak perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang menunjukkankebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh Allah, sedangkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallampernah bersabda : "Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal (yang dinisbatkan kepada saya) yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki tempatnya dari apineraka".

Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan pada dirinya sendiri, bagaimana ia akanbebas dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat-cepat bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa ia telahmendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali denganmengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada jalan yang lurus.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, berupa keterangan keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam AlKitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat(pula)oleh semua (makhluk)yang dapat melaknat, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebaikan), maka terhadap merekalah Aku (Allah) menerima taubatnya danAkulah penerima taubat lagi MahaPenyayang" (QS. Al Baqarah, 159-160).

Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskankebenaran tersebut, Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan ni'mat-Nya kepada mereka dengan mengutus Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan wahyu yangditurunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya :"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nu'matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu" (QS. Al Maidah, 3).

Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yangmenolak syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur'an, yang mana jika seseorang tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu,ia telah berani berbuat bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur'an yang mulia dan mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, tidak akan mendapatkankeutamaan seperti itu jika ia tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke negara yang lain.

Barang siapa yang tidak menulis Al Qur'an dan tidak mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya syafaat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, jika iabenar-benar mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja sudah menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas, kecerobohan, kebodohan, danjauhnya dariajaran Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal-hal yang menunjukkan ketidakbenaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah seribu kali atau lebih atas kebenarannya.

Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka tetap ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar, bahkansaya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalaudinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, semoga Allah membuat hina orang orang yang menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, dan menyiksanya sesuai denganperbuatannya.

Da’wah pada Diri Sendiri dan Keluarga

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

O ye who believe! save yourselves and your families from a Fire whose fuel is Men and Stones, over which are (appointed) angels stern (and) severe, who flinch not (from executing) the Commands they receive from Allah, but do (precisely) what they are commanded.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Ana Nggak Suka Orang Pacaran

Hari ini, 8 Juni 2007. Pagi-pagi sekitar jam 10 an, habis makan mie ayam bareng temen-temen, ana jalan sama temen yang mungkin masih awam soal agama, tapi mau bertemen sama ana walau ana pakai cadar. Semua berkat rahmat dan kasih sayang Allah...

Waktu jalan, nggak sengaja, jadi ngomongin sepasang kekasih (menjijikan sekali kata-kata ini...) ya...tentu belum menikah, yang duduk di tempat kuliah hampir selalu sebelahan, tiap hari bareng terus... Sedangkan yang lain walaupun ada pacaran, nggak segitunya...

Saat itu, ana bilang sama temen yang jalan bareng ana, ana nggak suka orang pacaran. Saat itu ana sengaja ^o^
Ternyata iya, dia kesindir, entah marah atau nggak

Tapi ana bilangin...
Ana lagi belajar benci perbuatannya
Bukan orangnya...

Tapi emang kalo untuk dua sejoli yang kayak kera dan kutunya itu (bukan maksudnya nyamain sama kera atau kutu, tapi saking deketnya gitu...), orang yang pacaran aja nggak seneng... Katanya sih, kayak anak kecil...
Ternyata masih ada etika kepantasan di kalangan mereka para aktivis pacaran, walau itu juga nggak jelas...

Hikmahnya...

Walaupun kita punya temen macem-macem, dari yang sama-sama salafi, yang aktivis pacaran, yang nggak ngerti agama, sampai yang salah ambil jalan mendalami Islam, kita (harusnya) selalu punya keberanian untuk punya prinsip yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Tapi, hendaknya kita memilih sahabat yang bisa membantu kita mendekatkan diri kepada Allah dan bisa saling melengkapi dalam tujuan memuliakan dienullah.

Wednesday, May 30, 2007

Looking for...

Ada 2 orang Nita yang pernah jadi teman sebangku ana
Nita SD, dan Nita SMA
Nita SD, sekarang entah sekolah di mana
Terakhir denger ada di SMP yang deket rel kereta api di Bogor
Nita SMA, entah dimana...
Terakhir ketemu kelas 2 SMA, itu juga sangat jarang...

Temen-temen SD yang jarang ketemu, temen-temen masa kecil...
Ada Sari, Wicka, Fathin, Ike, Lara, Puput, Getha, Julia, Martha, dll (maaf yang nggak kesebut...)

Kalian di mana ya?

Gimana ya kalian sekarang?

Guru-guru SD...

Kelas 1, Bu Sumarsih...
Kelas 2&3, Bu Yayat...
Kelas 4, Bu Rini...
Kelas 5, Bu Rukiah...
Kelas 6, Bu Nining...

Guru Olahraga, Pak Ruslan, Pak Syamsudin, dll...
Maaf jarang main ke SD...
Hehehe...

Kalo ada yang baca blog ini dan kenal dengan nama-nama di atas, kasih kabar ya...


TK (Taman Kanak-kanak)

Guru TK ana...

Bu Popi, orang berkerudung pertama yang ana lihat...
Ibu di mana sekarang?

Bu Lilit, bu kepala sekolah...
Pindah ke Kupang...
Gimana kabarnya ya?

Bu Iin, sekarang jadi kepada sekolah...
Ibu maaf jarang main ke TK...

Dan ibu guru nol kecil yang nggak sempet kenalan karena ana nggak pernah nol kecil...

Temen TK...

Raisa, Intan, Oya, Dinda, Lisa, Lena, Maritha, dll...
Yang ketemu malah sama yang laki-laki...

Pada kemana ya?

Kemudahan

Sesungguhnya hidup ini indah
Sesungguhnya kemudahan dalam hidup lebih banyak dari kesusahan
Tapi...
Entah, mengapa lebih mudah mengeluh karena suatu kesusahan...
Daripada bersyukur atas segala kemudahan...
Ingatkan ana ya untuk selalu bersyukur...

Rantai Karbon

Rantai karbon, bisa jadi intan, bisa jadi arang...
Bisa jadi sesuatu yang sangat kuat, bisa jadi sesuatu yang terbakar...

Hiks...

Semoga rantai karbon yang dikirim dari kampus ke rumah ana
(Ngerti kan? ^n^)
Bisa membuat ana lebih kuat
Seperti intan...

Semoga nantinya bisa lebih baik...

Today I Know

I may too loner
I keep what I feel
Though people think I’m so extrovert

I feel no one love me
Because no one ever said so
However, I know there must be anyone loves me

I keep too much burden on my own
I may show people what I think they won’t be worry about it

Today I know…
I’ll better share it sometimes
And try to handle it and make it over
No more keep it and it hurt me more and more

Friend is Not a Mind Reader

A friend is not a mind reader
They sometimes understand what you want
But often, they don’t

Have you ever heard it?
“How could it be you asking me to feel the things you never show?”

They just can remind you as they can
If they rarely give you advice, trust her
She may be afraid to tell you wrong way

Monday, May 21, 2007

Banyak Pertanyaan

Ana lagi bener-bener kesel...
kenapa...
Mereka...
Benci banget sama salafi?
Emang apa salahnya ittiba'?

Aneh...

Sebenernya sih nggak usah nanya....
merekanya juga nggak akan bisa menjawab
Capek...
Mendingan thalabul ilmi dulu yang bener
Dan berdoa
Semoga Allah membuka hati kita semua untuk menerima KEBENARAN

Pemaksaan

Kemaren, Ahad 20 Mei 2007
Ada acara untuk praktikan mata kuliah PAI di masjid kampus.

Tapi, kalo Ahad, ana ada acara ngaji di masjid lain
Yang jelas masjid salaf, dan itu kajian rutin
Mana rela ana nggak ikut cuma buat dapet nilai
Ana butuh nilai, tapi nggak gini juga caranya...

Waktu mau izin pergi
Mba penjaga absen bilang
"Nanti nilai kamu dikurangi..."

Tuh kan bener...
Emang yang pada dateng itu dipaksa...
Karena kalo nggak dateng nggak dapet nilai absensi.
Ntar nilai PAInya berkurang...
'Ainal ikhlash?

Lucu...
Mereka, tahu lah siapa...
Menganggap salafi itu keras
Padahal...
Salafi nggak pernah maksa orang ikut kajian salafi
Nggak kayak mereka...
cari seribu cara biar orang ngikutin jalan mereka...

Bener kan?!

Monday, May 07, 2007

Allah Always Support Me...

I feel so glad...
I know there's Someone that always care about me...
Give me everything I need...
Although I'm not doing good...

Allah always support me...
As long as I try to be a nice one...

Allahu Akbar!!!

Kenangan (part 2)

Ambilah pengalaman...

Jadikan pelajaran hidup...

Jadikan racun seperti obat...

Yang mengobati penyakit kronis...

Dalam dosis yang sedikit...

Kenangan (part 1)

Kadang buat ana...

Kenangan itu...

Racun...

Indah atau buruk...

Sama saja...

Hidup dalam kenangan...

Seperti mati...

Karena waktu terus maju...

Walau hakikatnya adalah berkurang...

Dalam kenangan ada kesalahan

Dalam kenangan ada kekhilafan

Dalam kenangan ada kelalaian

Walau kenangan itu indah...

Bukankah seseorang seharusnya malu akan kesalahannya?!

Kenangan...

Banyak melalaikan kita dari hal penting...

Yaitu beribadah dengan benar hanya kepada Allah...

Kenangan itu pasti ada...

Karena waktu yang berlalu kadang mengambil sebagian perasaan kita...

Atau kita meletakkan sebagian hati kita di jalan kenangan...

Biarlah kenangan menjadi sesuatu yang biasa...

Karena seindah-indahnya kain sutra,

Jika terlalu banyak ia akan tetap membebani...

I Do, But I...

I care for you

But I can’t understand you

I want to help you

But you never tell me what you need

If a friend is someone that can read what’s in your mind

I’ll never be your friend

(For all my friends, sorry not being a good one…)

Mendoakan Orang Lain

Kalo mendoakan orang lain

Nggak usah di depan orangnya...

Apalagi ngedoain,

“Semoga kamu mendapat hidayah”

Seakan dia orang yang tersesat

Dan kita nggak...

Lagipula...

Bukankah doa yang lebih baik itu yang tidak diketahui oleh orang yang kita doakan?

Supaya malaikat pun mendoakan untuk kita hal yang sama... ^u^

Allahu a’lam...

Memegang Bara yang Menyala (Part 2)

Ketika kita berusia 19 tahun,

19 tahun ke belakang terasa sangat singkat.

Bahkan kita masih merasakan bermain-main sewaktu kita kecil.

Kalo kita mati nanti...

Apa rasanya kehidupan ya?

Mungkin (kalo bisa ketawa), kita akan menertawakan diri kita

Ketika kita mengejar apa yang tidak bermanfat bagi dunia dan akhirat kita

Ketika kita menzzhalimi orang-orang...

Walaupun nanti kita tertawa, tapi lebih mungkin untuk menangis...

Tidak ada yang bisa diubah

Ya Allah, alhamdulillah diingatkan

Semoga sebelum mati hamba sempat bertaubat...

Memegang Bara yang Menyala (Part 1)

Memegang sunnah di zaman sekarang

Sangatlah berat dan kadang menyakitkan

Namun, semua itu tidak berarti apa-apa

Karena adanya sebuah cita-cita yang kuat

Betapa ingin melihat wajah Allah...

Betapa ingin masuk jannah...

Betapa takutnya dimasukkan ke dalam neraka...

Mungkin hari ini aku memegang bara yang menyala

Namun aku tahu jika aku melepasnya, maka seluruh tubuhku akan lebih panas

Mungkin tidak akan aku rasakan sekarang

Tapi nanti...

Dan aku tidak mau terbakar dalam kehidupan yang abadi

(dari seseorang untuk siapapun yang merasa “panas”)

Menyebalkan

Tanggal 17 April 2007

Hari itu dimulai dengan sangat menyebalkan

Tau nggak...

Waktu keluar rumah...

Waktu jalan mau ke kampus...

Ada bapak-bapak...

Megang HP yang ada kameranya...

Tau nggak...

Ternyata...

Tu bapak-bapak...

Ngambil gambar ana...

Ana dizhalimi!

Emang ana siapa harus difoto segala?

Emang mau bikin KTP?

Maaf-maaf...

Doa orang yang dizhalimi kan diijabah...

Ana doakan semoga HP tu bapak rusak!

Biar bisa ambil pelajaran dan nggak kurang ajar...

Di jalan...

Di terminal Laladon

Dipanggil macem-macem...

Ninja...

Di deket rumah...

Sama anak kecil...

Dipanggil...

Hatori...

Bahkan...

Di angkot...

Pernah ada yang bisik-bisik...

Anak kecil sih...

Teroris...

Jahat banget sih...

Emang salah ana apa?

Ini bukan keluhan

Ini cuma cerita lucu

Yang nggak patut ditertawakan...

Tapi patut kita tangisi...

Betapa belum dewasanya lingkungan kita...

Memandang orang dari apa yang dipakainya...

Termakan stereotip yang sesat...

Semoga semua, ana juga, mendapat hidayah...

Before and After

Dulu, rasanya pengeeeeen banget kuliah

Walaupun mahal... Bisa buat kasih makan banyak orang.

Biaya kul, fotokopian handout dll, ongkos

Akhirnya ana kuliah

Tapi...

Lama-lama...

Kuliah itu...

Sucks!

Innalillaahi, qadarullahi wa maa syaa a fa’ala…

Qadarullah, mungkin inilah jalan yang Allah kehendaki bagi ana.

Orang tua yang biayain ana, mungkin kini mulai berharap

Pada seorang calon sarjana

Yang sebenarnya udah nggak sanggup kuliah

Berat bo!

Banyak dosa yang bertebaran, nggak imbang banget sama manfaat (kalau emang ada manfaatnya)

Seorang akhwat di luar rumah, tanpa mahram, ya Allah, ampuni hamba...

Bid’ah, bahkan syirik...

Ya Allah, hati ini kadang mantap untuk keluar

Kadang ragu juga karena banyak faktor eksternal

Mungkin nanti orang hanya bisa mencela

Mencela bahwa ana seorang anak yang nggak bisa menghargai jerih payah ortu untuk biayain kuliah

Tanpa mau paham, bahkan nggak mencoba mengerti, hanya melihat dari satu sisi duniawi...

Tapi...

Sungguh mereka nggak bisa meringankan timbangan dosa ana sedikitpun!!!

Sungguh hamba nggak pengen ortu kecewa

Ana ingin membahagiakan mereka, tapi kalo boleh nggak lewat jalan kuliah.

It’s all too hard for me...

Tapi lewat apa?

Inilah yang masih menyulitkan ana...

Beruntunglah orang-orang yang nggak kuliah

Dan menyibukkan diri dengan thalabul ilmi syar’i

Semoga Allah mengeluarkan ana dari kuliah dengan cara terbaik... Tidak ada yang sulit bagi Allah.

This is where I belong

This is where I belong

This is where I come from

No need to shade my tears

Or face my fears anymore

So I won’t walk alone

Taking things on my own

All of the lands I’ve roamed

Memories of my home

That keeps beating strong

Cause this is where I belong

Wait…!

Where do I belong?

Sometimes I’m sure I’ll find it

Wednesday, May 02, 2007

Music Makes Me Stupid

Kemaren ana iseng-iseng pinjem mp3 punya adik.
Isinya lagu-lagu barat.
Berisi kata-kata yang nggak ada manfaatnya sama sekali
Sia-sia

Hasilnya...

Mumet!
Pusing!
Hati jadi lemah!
Merasa sedih nggak jelas!

Satu kebodohan ana...
Udah tau "racun", masih dimakan...

Astaghfirullah...

Hi!

Long time not writing on my blog
I have been so busy

My home internet is not okay.
I have to go to rental in occasion to use the internet

My English becomes terrible!

Whatever, my idea wasn't flow easily
Much thinking, much considering
Which one is necessary, which is not

Tuesday, April 17, 2007

Akhirnya

Alhamdulillah

Akhirnya UTS beres...
Nilainya...
Entahlah...
Belajarnya saja tak semangat...

Tapi...

Untuk cepet lulus harus rajin belajar...


SEMANGAT...!

Wednesday, March 28, 2007

Jangan...

Ada kata-kata bagus...

Tentang cinta...

Jangan mencintai (lawan jenis yang bukan mahram) sebelum menikahi...

Masih banyak yang halal untuk dicintai...

OK!

Sunday, March 25, 2007

Rendahkanlah Hatimu

Rendahkanlah hatimu, jadilah seperti bintang yang bayangannya berada di kerendahan permukaan air, menerangi siapapun yang melihatnya, padahal ia berada tinggi di atas langit sana.

Janganlah kamu seperti asap yang melayang tinggi ke udara, padahal dia itu rendahan dan hina.

Sunday, March 18, 2007

Feel No Support

Am I just like an evil if I say, “No one support me…”?
But really, it’s like a very hard work that I have to get it done by myself…
Sometimes I feel it’s really unfair
I have to take responsibility for any of my decision
(That’s normal anyway…)
But I feel I can’t share what I feel to my own family
It’s not about ignorance when I have to do my calculus by myself
It’s not about I have to do all my tasks and home works by myself, when my older brother get some helps from my parent

I…


Really don’t know…


What is it about!


You know, it’s a really hard work to know what’s wrong without blame anyone
I just wonder why there’s just very few people support me, and they are not my family
I hope it’s not a serious problem

The Victims

When we read a newspaper and read a very awful tragedy, accident, and that kind, we often read the amount of the victims, whether it’s 1, 2, or more.

But, have you ever think about the victims’ family? It’s not about one or two; it’s about losing anyone that they love…

I'd Better

I’d better...
I’d better lost one of my friends than saw my friend in a different faith with me. I’d better lost one those I love so much than saw he/she in a different faith with me

Seseorang tidak akan diwafatkan...

Seseorang tidak akan diwafatkan kecuali telah habis rizkinya…

Khasiat Meninggalkan Musik

“Benar-benar akan terjadi dari ummatku sekelompok kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, serta alat-alat musik.” (HR. Bukhari)

Dari dalil yang jelas ini, tentu bisa disimpulkan bagaimana hukum musik itu. Semoga Allah memberi kita hidayah untuk memahami dan melaksanakan hukum-Nya.

Alhamdulillah, setelah ketergantungan akut dan hampir membunuh jiwa, musik mulai hilang dari kamus kebutuhan hidup ana. Sungguh, musik hanyalah racun yang menipu perasaan. Rasa nyaman yang ada hanya kepalsuan, sugesti kosong. Musik dalam segala bungkusnya sama saja. Jika musik itu racun, ana tidak ingin memakannya walaupun ditumpahi segalon madu. Penyebutan adanya musik Islami adalah dusta yang dengan bodohnya pernah ana percayai!

Setelah berhenti menyengajakan diri mendengarkan musik dan berusaha semaksimal mungkin menutup telinga dari apa yang haram ini, ana merasa Allah lebih menguatkan hati ana. Hafalan ana lebih mudah masuk dan lebih sulit hilang, semua atas izin Allah.

Hati ana kini lebih tenang... Belajar pun lebih enak. Ketika mendengar musik lagi, kepala ini rasanya pusing!

Jika boleh ana menyesal, ana menyesali kebodohan ana di masa lalu. Namun ana bersyukur karena Allah masih memberi ana kesempatan meninggalkan kemunkaran ini di masa hidup ana yang entah berakhir kapan.

Hanya Allah yang menolong ana meninggalkan apa yang berbahaya bagi jiwa ini...

Sunday, March 04, 2007

We Are More Precious Than the Diamond

When you have a diamond, you’ll keep it in a tidy closed box. You won’t let any finger touches yours. You’re so afraid if that diamond scratched or lost.

Do you feel you’re more precious than the diamond?

If you do, I’m sure you’ll safe yourself behind the tidy closed clothes. You won’t let any finger touches you. You’re so afraid if yourself being scratched or wounded.

Yes…
We Are More Precious Than the Diamond

Merasa Nggak Sederajat...

Jujur, setelah kuliah, ana sering merasa strata sosial makin tergaris dengan tegas. Ada orang berpendidikan (yang nggak bosen-bosennya sekolah), ada orang kaya, dan kadang ana merasa nggak ingin berada dalam keduanya...

Waktu SMA, kadang ana merasa terbuang kalo temen-temen lagi belajar kelompok, lantaran sekolah ana adalah sekolah unggulan yang anaknya pinter-pinter. Alhamdulillah ana pun termasuk pinter tapi agak soliter. Harus belajar sendiri. Alhasil, jadilah ana orang bodoh ketika belajar bareng... Hiks...

Waktu temen-temen ngomongin soal ujian fisika atau kimia, paling mereka bilang, ”Yaa... gue salah ngitung...” Padahal saat itu ana bener-bener pengen bilang, ”Tadi itu soal apaan sih?” saking nggak ngertinya...

Pernah suatu hari ana mau patungan beli kado buat anaknya temen. Jujur aja, ana jarang banget kasih kado, gara-gara sering bokek. Saat itu ana patungan seorangnya hampir 15 ribu. Ya Allah... Salah ana ngajak orang kaya untuk patungan. Bukannya meringankan beban, malah milih barang-barang mahal untuk dijadiin kado dan biayanya dibagi rata, padahal rata-rata temen yang lain pun agak kesulitan uang. Saat itu ana takut banget jadi orang mubadzir.

Bagaimanapun, mungkin perasaan ini nggak perlu ana rasain. Ana pun sempet kecewa dengan seorang teman yang mengatakan bahwa orang berpendidikan itu pandangannya lebih luas. Allahu a’lam. Andai pun itu benar, ana kurang setuju jika hal itu disamakan dengan orang yang nggak berpendidikan pandangannya sempit.

Tiap orang diberi kesempatan yang berbeda. Ada yang pintar dan bisa terus belajar dan kuliah, ada yang pintar tapi nggak punya kesempatan kuliah, ada yang biasa aja tapi kesempatan kuliah terbuka lebar.

Begitu juga urusan rizki. Ada ditakdirkan Allah lahir di keluarga yang berkecukupan, ada yang ditakdirkan lahir di keluarga yang agak kurang sana sini, ada yang lahir dan cukup gizi, makanan bagus, orangtua berpendidikan, atau sebaliknya. Tapi itu semua bukan berarti seorang nggak bisa berubah. Jika Allah udah menakdirkan orang miskin jadi kaya, atau orang berpendidikan tiba-tiba nggak bisa berpikir sama sekali, atau sebaliknya, nggak ada yang bisa menghalangi!

Jadi... Buat orang-orang pintar, cendekiawan, orang kaya, tetaplah sederhana. Kaburkan garis strata. Jangan tegaskan perbedaan yang ada. Semoga kepintaran dan kekayaan anda semua bermanfaat untuk ummat Islam...

Dewasa

Kadang ana bingung dengan kata-kata ”dewasa”, kadang tuntutan untuk menjadi dewasa jadi beban tersendiri buat ana, apalagi orang bilang ana termasuk orang yang sikapnya kayak anak kecil. Nggak ngerti dimananya... Susah mendefinisikan dewasa itu apa. Mungkin secara umur, dewasa adalah usia setelah remaja.

Buat ana, dewasa itu suatu proses, bukan hasil. Setiap orang yang dewasa bukan berarti nggak pernah ketawa (serem amat orang yang nggak pernah ketawa lantaran pengen dianggap dewasa!). Dewasa adalah menerima karakter diri dengan memperbaiki apa yag kurang agar ideal sesuai dengan ketentuan Allah.

Proses pendewasaan adalah ketika segala pertimbangan kita didasarkan pada timbangan syar’i. Dewasa adalah ketika seorang bisa mengendalikan hawa nafsunya, tanpa membunuhnya atau membiarkannya liar.

Sebagai pribadi, kita nggak bisa menuntut seorang untuk bersikap dewasa dengan definisi dewasa menurut diri kita sendiri. Bahkan kita pun nggak berhak mengatakan bahwa kedewasaan telah ada pada diri kita. Tiap orang cengengesan bukan berarti tidak berpikir. Tiap orang yang diam belum tentu sedang berpikir. Allahu a’lam.

Jangan sampai mendefinisikan kedewasaan ini membuat kita lalai dari tugas utama, yaitu beribadah dengan ikhlash untuk Allah dan ittiba’ dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallaahu ’Alaihi Wasallam. Allahu musta’an...

Alhamdulillah...

Alhamdulillah, ana dapat kesempatan untuk ngetik lagi di blog ini. Semoga setiap posting yang ana kirim bermanfaat buat yang baca, entah siapapun itu...

Semoga apa yang ana usahakan bermanfaat bagi antum wa antunna...